Serahkan Hadiah Lomba Desain Batik, Kang Giri Dorong Desain Diproduksi

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko berharap Lomba Desain Batik tingkat SLTA yang digelar Tim Penggerak PKK menjadi salah satu titik tolak untuk mengembalikan kejayaan industri batik di Kabupaten Ponorogo.

Karena itu, ia mendorong desain batik hasil karya mereka tidak berhenti di desain. Namun diproduksi menjadi kain batik untuk bisa dipasarkan. Tidak berhenti di situ, produksi hasil kreasi siswa diharapkan terwadahi dalam suatu Badan Usaha.

Hal ini ia sampaikan dalam Penyerahan Hadiah Lomba Batik Tingkat SLTA se-Ponorogo yang digelar dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional 2 Oktober 2021 bertempat di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo, Kamis (28/10/2021).

“Saya mimpi besar kejayaan dan kegagahan masa lalu kita torehkan lagi dan ini dimulai dari adik-adik. Yang hari ini jos. Nanti karyanya saya suruh cunting. Ini saya pakai batik SMKK,” tutur Kang Giri.

Tentu saja, badan usaha yang mewadahi skill siswa ini tidak hanya dalam produksi batik. Ia memberikan contoh Jurusan Tata Boga bisa mendirikan usaha kuliner, Jurusan Mesin bisa mendirikan bengkel, dan lain sebagainya.

Dengan cara ini, ia yakin dapat membantu meningkatkan kompetensi dan jiwa enterpreneurship siswa. Lebih dari itu, badan usaha di setiap SMK bisa menjadi sumbu-sumbu ekonomi baru.

“Saya mimpi besar di setiap SMK ada badan usaha yang bisa melayani kebutuhan masyarakat umum. Biar anak tidak hanya berjuang memperebutkan nilai namun juga kualitas yang bagus dan siap melayani khalayak umum.

Sehingga kelak setelah lulus top kualitasnya,” ujarnya.

“Ini akan menjadi pasar yang luar biasa biasa dan tumbuh ekonomi yang luar biasa. Nanti juga akan tumbuh jiwa entrepreneur,” imbuhnya.

Bagikan