
Program PKK Peduli Bakti Sosial penyaluran sembako di 307 desa/kelurahan se-Kabupaten Ponorogo tahun 2022 terus berjalan. Kali ini, Kamis (3/2/2022) giliran Desa Tumpuk, Pangkal, Prayungan, Tugurejo, Grogol, dan Ngindeng Kecamatan Sawoo yang menjadi lokasi penyaluran sembako TP PKK Kabupaten Ponorogo.
Selain penyaluran sembako, bakti sosial ini dijadikan TP PKK melakukan sosialisasi pencegahan stunting di Kabupaten Ponorogo. Mengingat pencegahan stunting sangat penting dilakukan, karena tidak hanya pertumbuhan secara fisik yang terlambat, secara kognitif bisa terganggu perkembangannya.
Seperti dijelaskan Ketua TP PKK Ponorogo Susilowati Sugiri Sancoko salah satu yang ditenggarai menjadi penyebab stunting adalah masih tingginya angka pernikahan dini di Kabupaten Ponorogo.
Selain secara psikologis belum siap menjadi ibu, remaja masih membutuhkan gizi untuk pertumbuhan sampai usia 21 tahun. Jika mereka sudah menikah pada usia remaja, maka tubuh ibu akan berebut gizi dengan bayi yang dikandungnya.
“Risiko pernikahan dini, bisa menyebabkan anaknya stunting. Ibunya masih muda, ibunya masih perlu nutrisi, janinnya butuh nutrisi, rebutan gizi akhirnya dengan anak,” ucap Susilowati.
Untuk pencegahan stunting di Ponorogo, TP PKK akan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan BKKBN akan terus melakukan sosialisasi pencegahan stunting di masyarakat. Selain itu, akan mendorong TP PKK Desa dan Puskesmas selalu mendampingi ibu, baik pra pernikahan, pernikahan, hamil, maupun setelah melahirkan. Harapannya, stunting bisa sedini mungkin dicegah.
“Calon pengantin perempuan akan ada pendampingan dari PKK desa, BKKBN, perawat/bidan desa mulai dari sebelum nikah, nikah, hamil, dan melahirkan. Pokja 4 akan membuat sosialisasi dan edukasi dari Dokter dan Dinas kesehatan,” ungkapnya.
Selain sosialisasi pencegahan stunting, bakti sosial juga digunakan untuk sosialisasi penggunaan dana RT. Seperti dijelaskan Wakil Bupati Bunda Lisdyarita, Dana 10 juta setiap RT menjadi salah satu program untuk penguatan lembaga RT. Mengingat RT yang berhadapan langsung dengan rakyat.
“Kami memberikan perhatian kepada RT. Karena RT yang menjadi garda terdepan menghadapi masyarakat,” tutur Bunda Rita.
Bunda Rita melanjutkan, ada beberapa program yang bisa dilaksanakan menggunakan Dana RT. Yakni, pembuatan biopori, pengelolaan sampah rumah tangga, jaringan internet, insentif dan jaminan sosial pengurus RT, inventarisasi data masyarakat, memperindah lingkungan dengan tanaman bunga, dan rapat RT.