
Seniman Reog terus memamerkan kehebatannya. Kali ini (22/5/22) sebanyak 20 Dadak Merak, 28 Jathil serta 14 Bujang Ganong tampil menawan dalam halal-bihalal masyarakat Ngebel. Bertempat di kawasan Telaga Ngebel, acara ini mampu menarik ribuan perhatian warga bahkan wisatawan luar daerah.
Dwi Cahyanto selaku Camat Ngebel menyampaikan bahwa Kecamatan Ngebel telah melahirkan seniman-seniman hebat dalam mengembangkan Reog Ponorogo. Dalam pagelaran ini, pesertanya pun beragam mulai dari dewasa, remaja hingga anak-anak yang merupakan warga asli Ngebel. Yusub optimis masa depan Seniman Reog di Kecamatan Ngebel akan cerah, karena bibit-bibit yang unggul telah tertanam sejak dini.
“Ngebel ini banyak cikal bakal seni, kalau kita lihat langsung pesertanya masih junior-junior. Untuk jangka panjang Kecamatan Ngebel ini kesenian reog tidak akan putus dan terus berkembang,” ungkap Yusub Dharmadi.
Sementara itu, Kang Bupati Sugiri mengungkapkan rasa bangga terhadap pagelaran reog yang telah menjadi seni budaya, hiburan dan kecintaan masyarakat saat ini. Kang Bupati memohon dukungan masyarakat agar langkah reog diakui ICH UNESCO segera terealisasi. Selain membangkitkan ekonomi, Reog mampu menjadi pelecut bagi budaya lain yang ada di Ponorogo.
“Hari ini Reog menjadi puncak kecintaan masyarakat, seniman luar biasa. Halal bihalal 20 Dadak Merak tumplek blek satu kecamatan. Semoga Reog mampu diakui ICH UNESCO, seniman saget remboko saget sedoyo sae. Semoga Reog menjadi pelecut budaya yang lain di Kabupaten Ponorogo,” ujarnya.