Tiga Hal Membuat Target PAD 1 Triliun Realistis

Jika berkaca pada skema yang akan dijalankan oleh Pemkab Ponorogo, target pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp. 1 triliun sangat realistis. Meskipun saat saat ini PAD masih berkutat di angka Rp250 – Rp300 miliar, ada tiga hal yang membuat visi baru Pemkab Ponorogo itu masuk akal.

Hal ini disampaikan Kang Bupati Sugiri pada sidang paripurna DPRD Ponorogo dengan agenda jawaban eksekutif terhadap pandangan umum fraksi terkait rancangan peraturan daerah (raperda) tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD), Selasa (25/7/2023).

Pertama, adanya potensi penerimaan baru yang bersumber dari pajak Opsen baik dari pajak kendaraan bermotor (PKB) maupun bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) jika raperda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang saat ini dibahas disahkan.

“Masih ada beberapa objek penerimaan baik pajak maupun retribusi daerah yang masih bisa dipotimalkan lagi. Tentu saja selain upaya optimalisasi pemungutan, pemerintah daerah juga akan berupaya memperbaiki layanan yang dapat dinikmati oleh masyarakat sehingga nilai pungutan yang dikenakan sudah setara dengan layanan yang diberikan,” ujarnya.

Kedua, Pemkab menyiapkan langkah jitu untuk mengoptimalkan pendapatan dari pajak. Mulai dari pemutakhiran data pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB P-2), pembayaran PBB melalui aplikasi dan toko online, penyesuaian nilai jual objek pajak (NJOP), pendataan restoran baru (dine in ataupun take away), relaksasi pajak daerah, serta pemutakhiran data pajak daerah lainnya.

Ketiga, Pemkab menggenjot dan membuka kran baru sumber PAD, baik melalui BLUD maupun sektor wisata. Mulai dari pembangunan Monumen Reog, pembangunan Rumah Sakit Kauman, pengoperasian waduk bendo, inovasi di Telaga Ngebel dan lain sebagainya.

“Maka harus ada daya dorong, kita ciptakan anggaran bukan menjadi financial distract, maka kami menciptakan museum itu pasti akan mengulik PAD tinggi. Kalau itu jadi, Rumah Sakit Kauman jadi, Bendo berdiri, Pasar Legi diserahkan saya menjamin angka 1 Triliun bukan angan-angan tetapi menjadi rasional bagi yang berfikir dan berinovasi,” ungkapnya.

Bagikan