Pendidikan karakter bagian penting dalam mencetak generasi masa depan yang berkualitas. Termasuk dalam penerapan kurikulum merdeka Belajar, pendidikan karakter harus bisa dijalankan dan dioptimalkan.
Hal itu dikatakan Kang Bupati Sugiri ketika menghadiri acara workshop “Implementasi Kurikulum Merdeka” di Aula Hotel Maesa Ponorogo, Sabtu, (18/11/23).
“Apapun Kurikulumnya yang pasti pendidikan adalah alat terdepan untuk merubah mindset manusia, merubah pola pikir dan peradaban, itu yang paling penting,” ujar Kang Bupati Sugiri.
Namun menjalankan hal itu dengan optimal Kang Bupati Sugiri menekankan pentingnya keterlibatan semua unsur, dari sekolah, keluarga hingga lingkungan.

“Bagaimana pendidikan itu melibatkan semua unsur dalam istilah pentahelix tidak bisa keluar dari 3 pilar pendidikan yakni, keluarga, sekolah dan lingkungan. Kalau ini tidak dilibatkan dalam satu barisan maka untuk membentuk merdeka belajar tidak akan berhasil,” ungkap Kang Bupati Sugiri..
Senada dengan hal tersebut, Johan Budi Sapto Pribowo anggota DPR RI komisi II yang menjadi keynote speaker pada workshop ini juga mengatakan bahwa, pendidikan karakter harus memiliki porsi yang besar.
Dengan fleksibilitas kurikulum merdeka ia yakin ada banyak ruang untuk menguatkan pendidikan karakter.
Pasalnya, kurikulum merdeka banyak menerapkan interaksi, penguatan kompetensi hingga kreativitas. Jika dijalankan dengan tepat secara bersamaan juga memperkuat moral, integritas hingga budi luhur siswa.

“Kurikulum merdeka itu lebih fleksibel jadi berfokus pada esensi materi, pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik. Jadi kurikulum merdeka sesuai dengan zaman sekarang yang lebih melek teknologi dan berkaitan pengembangan diri sejak dini,” ujar Johan Budi.
“Karakter itu penting. Karakter itu soal integritas, budi pekerti, bagaimana bersikap. Kalau anda kehilangan karakter anda kehilangan semuanya,” tambahnya