Retrospektif, Pameran Lukisan Lintas Zaman Mas Poor

Sebanyak 65 karya dari Maestro Seni asli Ponorogo Abdul Karim atau Mas Poor dipajang di Rumah Ndorotondo atau Ndalem Tondowinatan Jl. HOS Cokroaminoto Ponorogo.

Menjadi salah satu event Grebeg Suro yang bekerja sama dengan komunitas Sor Zhamboe, pameran lukisan seniman berusia 69 tahun itu, dibuka langsung oleh Kang Bupati Sugiri Sancoko, Selasa (2/7/24).

Digelar selama 5 hari, 2-6 Juli 2024, masyarakat umum dapat mengunjungi dan menikmati indahnya goresan tangan Mbah Poor secara gratis. Pameran itu menyuguhkan karya yang memotret tradisi, kebudayaan, tokoh, alam, dan lain sebagainya.

Titis Mursito selaku Ketua Panitia yang juga murid dari Mbah Poor menjelaskan bahwa acara ini menjadi pameran tunggal pertama Mbah Poor yang digelar di Ponorogo. Setelah pameran tunggalnya di Malang pada 2012 dan Jogja pada 2014.

“Di kesempatan ini adalah pameran tunggal yang pertama di Ponorogo, tapi bagi beliau ini adalah pameran tungga yang ke 3, pertama di 2012 di Malang, 2014 di Kasongan Jogja, 2024 Ponorogo,” ungkapnya

Mengambil tema “Retrospektif”, pada pameran ini Mbah Poor menampilkan karya-karyanya dari masa lampau sampai masa kini.

“Retro itu lampau, jadi ini penampilan karya-karya Mas Poor dari masa lampau yang masih ada sampai saat ini, dari karya terakhir kita tampilkan semuanya yaitu retrospektif pameran tunggal Mas Poor,” ungkapnya.

Mbah Poor pun mengucapkan terima kasih atas kepedulian pemerintah dan antusias masyarakat yang mau mengabadikan karya-karyanya.

“Alhamdulillah, hati saya bahagia atas kehadiran saudara-saudara, saya ucapkan terima kasih banyak atau kepedulian semua,” ungkapnya.

Kang Bupati Sugiri menyebut karya dari Mas Poor tidak perlu diragukan lagi kualitasnya. Bahkan Mas Poor pun telah melahirkan banyak seniman hebat di berbagai daerah.

“Murid-murid dibawah naungan beliau telah melahirkan tokoh-tokoh hebat, saya tahu kualitasnya. Oleh karena itu, ini bukan apresiasi kepada Mas Poor belaka tapi mas Poor layak mendapat tempat yang luar biasa di tanah kelahiran Ponorogo,” ungkapnya.

Kang Bupati Sugiri berharap hadirnya pameran ini dapat dan menambah wawasan dan menginspirasi anak muda. Untuk lebih semangat dalam berkarya.

“Terimakasih atas karya njenengan selama ini yang mampu mewarnai jagat seni dan menterjemahkan kehidupan melalui kanvas. Semoga Mas Poor panjang usia, sehat dan terus menginspirasi anak muda,” harapnya.

Bagikan