Ngaos Sareng Gus Kautsar, Ingatkan Pentingnya Menghindari Maksiat dan Kebatilan

Malam ke-27 Ramadhan di Kabupaten Ponorogo terasa spesial. Pasalnya Kang Bupati Sugiri Sancoko menghadirkan langsung ulama kondang asal Ploso Kediri, K.H. Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar, Gus Kautsar, pada pengajian bertajuk “Ngaos Sareng Gus Kautsar, Berteduh di Ridlo Allah”. 

Berlangsung di Halaman Pendopo Agung Ponorogo, Kamis, (27/5/25), ribuan jama’ah terlihat antusias hadir pada kegiatan dalam rangka peringatan Nuzulul Qur’an itu. 

Acara juga dimeriahkan oleh musik sholawat modern “Santri Wisanggeni Al-Mukarrom” yang menambah suasana pengajian semakin khidmat. 

Gus Kautsar mengawali tausyiahnya dengan mengingatkan pentingnya menjaga perbuatan dan menghindari kemaksiatan, terutama di bulan suci Ramadhan. 

Sebab barang siapa yang melakukan dosa besar di bulan Ramadhan akan mendapat laknat dari Allah, serta dari seluruh penghuni langit hingga puasa tahun depan.

“Ramadhan tahun depan kalau kita meninggal maka bisa dipastikan kita tidak punya pahala yang kita andalkan untuk antisipasi neraka,” ujarnya. 

Gus Kautsar juga mengungkapkan bahwa Allah SWT akan selalu membuka pintu ampunan bagi umat-Nya, kecuali untuk empat kelompok yang tidak akan mendapatkan pengampunan. 

Keempat kelompok tersebut adalah orang yang tidak bisa mengendalikan nafsunya untuk mengkonsumsi hal-hal yang memabukkan, anak yang durhaka kepada orang tua, orang yang memutuskan tali persaudaraan, serta musyahin atau orang yang suka bermusuhan, sulit memaafkan, dan pendendam.

“Allah sangat membuka pintu maaf-Nya kepada umat yang bersalah, lalu kenapa kita yang penuh dosa ini tidak melatih diri memaafkan,” terangnya.

Bagikan