30 Peserta Ansor Magang Jepang Makin Siap Terbang ke Negeri Sakura

PONOROGO – Sebanyak 30 peserta program Ansor Magang Jepang dari Ponorogo semakin siap kompetensi dan mentalnya setelah menyelesaikan Pelatihan Daerah (Pelatda), Selasa, 29 Juli 2025. 

Kini mereka tinggal mengikuti Pelatihan Nasional (Pelatnas) sebelum diberangkatkan ke Negeri Sakura.

Kang Bupati Sugiri Sancoko yang hadir pada penutupan pelatda, di Pondok Adhi Besari, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, tersebut mengungkapkan rasa bangganya atas kegigihan para peserta.

“Saya salut dan kagum atas keberhasilan sahabat-sahabat yang sudah pasti akan ke Jepang. Saya paham betul kalian telah berjuang gigih demi mengobarkan semangat kemajuan untuk Ansor,” ungkapnya.

Ia juga berpesan agar para peserta menjaga nama baik Ansor dan Nahdlatul Ulama (NU) selama menjalani magang di Jepang.

“Saya titip harga diri Ansor dan NU ada di dada njenengan. Jaga dengan martabat yang baik. Semoga kalian sukses dan senantiasa dalam lindungan Allah SWT,” pesannya.

Program Ansor Magang Jepang ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI dan International Manpower Development Organization Japan (IM Japan).

Tujuannya adalah memberikan pengalaman magang di Jepang guna meningkatkan keterampilan dan membuka peluang kerja bagi pemuda Indonesia.

Ketua PC GP Ansor Ponorogo, Muhammad Ilham, menjelaskan bahwa peserta telah melalui proses seleksi ketat bersama ratusan pendaftar lainnya. 

Selama pelatihan, para peserta mendapatkan pembekalan materi kaderisasi, budaya Jepang (BIM), serta pelatihan organisasi.

“Setiap akhir pekan mereka mengikuti materi kaderisasi. Siangnya diisi dengan pelatihan budaya Jepang, malamnya materi organisasi,” ujar Ilham.

Sebagai informasi masa magang berlangsung selama tiga (3) tahun, dan dapat diperpanjang hingga lima (5) tahun, jika ada kesepakatan antara peserta dan perusahaan.

Selama masa magang, peserta akan mendapatkan uang saku bulanan, sertifikat kompetensi, dan tunjangan usaha pasca-magang.

Setelah kembali dari Jepang, peserta juga akan mendapatkan fasilitas job matching, workshop kewirausahaan, serta tunjangan untuk usaha mandiri sebagai bentuk dukungan keberlanjutan karier.

Bagikan