Total Lawas dengan Dangdut Lawas

PONOROGO – Celana cutbray gombrong, kemeja bermotif lawas, sepatu pantofel mengkilap, rambut keriting palsu, hingga radio tua dan ban bekas sebagai property, Jumat (11/7/2025), Ponorogo Rikolo Semono membawa suasana Alun-Alun Ponorogo kembali ke era 70-80’an.

Tidak kalah dengan sang artis, penampilan para penonton dalam event Ponorogo Rikolo Semono hari kedua itu, benar-benar totalitas.

Tak hanya dalam hal busana, gaya jadul pun ditampilkan secara utuh. Mulai dari kacamata hitam besar, sisir di kantong celana, hingga aksesori klasik seperti senter dan tas pinggang jadi simbol klasik yang tak ketinggalan.

Mereka pun tampak asyik menikmati sajian lagu-lagu nostalgia khas dangdut lawas keluaran 70-80’an bersama. Kang Bupati Sugiri Sancoko dan Wakil Bupati Bunda Lisdyarita.

Nama-nama seperti Orkes Kawak Barrista, Cantika Davinka, Tedjo Dembik, hingga komunitas Ngawi Jadul Masa Kini turut membuat mereka semakin asyik berjoget dan berdendang.

Kang Bupati Sugiri Sancoko menyampaikan konsep jaman dulu menjadi tema utama yang diusung pada event Ponorogo Rikolo Semono.

Kang Bupati Sugiri menyampaikan bahwa konsep jadul memang menjadi tema utama Ponorogo Rikolo Semono.

Kenangan masa lalu bisa hidup kembali dengan kreativitas dan semangat kebersamaan. Event nostalgia yang tidak hanya menghibur, tapi mengingatkan dari mana kita berasal.

“Fashion dan musik yang ditampilkan sudah sesuai. Ini bukan sekadar hiburan, tapi juga cara mengobati kerinduan masyarakat akan nuansa dangdut lawas,” ungkapnya.

Bagikan