Membangunkan Kresna, Membangun Ponorogo

PONOROGO – Kresna Gugah, lakon yang dimainkan oleh Ki Dalang Cahyo Kuntadi dalam pagelaran wayang kulit peringatan Hari Jadi ke-529 Kab. Ponorogo, Sabtu malam (9/8/2025), di depan Gedung DPRD Ponorogo.

Lakon Kresna Gugah menceritakan tentang Kurawa dan Pandawa sama-sama menginginkan Kresna menjadi penasihat mereka. 

Sebab, siapa yang didampingi Kresna, sang penjelmaan dewa kebijaksanaan, akan keluar sebagai pemenang di Baratayuda. 

Masalahnya, Kresna sedang bertapa tidur. Siapa pun yang mampu membangunkannya, dialah yang berhak memboyongnya.

Dari kubu Kurawa, Adipati Karna, Sengkuni, dan Durna sudah mencoba, Tak satu pun berhasil. Dari pihak Pandawa, Arjuna maju sebagai utusan, namun ia gagal juga meski dengan kata-kata lembut dan bijaksana.

Lalu munculah Semar, abdi bijaksana yang mengerti bahwa tidur Kresna bukan tidur biasa, tapi jiwanya menyatu dengan dewata. Kresna hanya bisa dibangunkan dengan memasuki jiwanya. 

Arjuna menuruti. Ia bermeditasi, hingga berjumpa dengan jiwa Kresna. Dengan bahasa hati, ia mengajak sang dewa pulang. Kresna bangun, dan Pandawa pun berhak atas nasihatnya.

Kang Bupati Sugiri Sancoko, yang hadir membuka pagelaran itu, membaca lakon tersebut sebagai isyarat bangunnya semua stakeholder di Kabupaten Ponorogo, untuk berpikir dan berjuang bersama-sama mewujudkan cita-cita pembangunan Bumi Reog.  

“Kresna Gugah cocok dengan semangat DPRD yang mulai bangkit, punya perhatian pada budaya dan agama,” katanya.

Bagikan