Muhalaqah Pesantren di Ponorogo: Menjaga yang Lama, Menyerap yang Baru di Tengah Arus Zaman

PONOROGO – Memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil kebiasaan baru yang lebih baik. Adagium klasik diangkat oleh  Ketua Umum Gerakan Nasional Ayo Mondok (Gernas Ayo Mondok), KH Luqman Haris Dimyati dalam Muhasabah dan Halaqah (Muhalaqah) Pesantren di Pondok Pesantren Darul Huda Mayak, Rabu, 22 Oktober 2025.

Di hadapan para pengasuh dan pengurus pesantren se-Ponorogo, Luqman Haris Dimyati, menegaskan bahwa keseimbangan antara menjaga warisan dan menyerap inovasi adalah kunci ketangguhan pesantren menghadapi zaman yang terus bergerak.

Selengkapnya …

Menapaki Jejak Sukses Reog, Gerakan Ayo Mondok Dorong Pengakuan Pesantren oleh UNESCO

PONOROGO – Gerakan Nasional Ayo Mondok menjatuhkan pilihan yang tepat ketika menetapkan Kabupaten Ponorogo sebagai titik konsolidasi awal upaya mendaftarkan pondok pesantren sebagai warisan budaya takbenda dunia (Intangible Cultural Heritage/ICH) UNESCO.

Setelah Reog Ponorogo resmi menyandang status ICH UNESCO pada akhir 2024, kini kabupaten di ujung barat Jawa Timur itu kembali bersiap menembus daftar jejaring kota kreatif dunia atau UNESCO Creative Cities Network (UCCN).

Selengkapnya …