
Peningkatan produktifitas hasil panen Kabupaten Ponorogo yang mencapai 17 persen (kenaikan tertinggi di Jawa Timur), akan diikuti upaya meningkatkan penyerapan hasil panen petani dengan harga yang layak. Salah satu upaya yang dilakukan Bupati – Wakil Bupati Ponorogo dengan menciptakan pasar dasar bagi petani.

“Kami ingin menginisiasi petani ada pasar dasar. ASN sebentar lagi tidak ada tunjangan berupa rupiah, namun berupa beras yang akan dipenuhi oleh Gapoktan”, tutur Kang Giri, panggilan akrab Bupati Ponorogo ketika mendampingi Gubernur Jawa Timur menghadiri panen raya di Desa Bedingin, Kecamatan Sambit dan kunjungan di gudang beras dan penggilingan padi di Desa Crabak, kecamatan Slahung, Selasa (06/04/2021).
Selain itu, Kang Giri akan mengupayakan bantuan BPNT juga menggunakan beras produk petani lokal. Upaya ini dilakukan untuk memastikan petani tidak mengalami kesulitan dengan adanya fluktuasi harga hasil panen yang selama ini merugikan mereka.
“Bantuan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai -red) wajib menggunakan berasnya Ponorogo. Sehingga bisa tabah dari berbagai hantaman pasar,” ungkapnya.
Selain menciptakan pasar dasar bagi petani, Kang Giri akan mengupayakan peningkatan penyerapan Bulog dengan meningkatkan kualitas hasil pertanian untuk memenuhi kualifikasi beras Bulog. Untuk itu beliau akan berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Timur untuk menyiapkan mesin pengering padi dan alat pertanian modern lainnya.
“Ketika produktifitas padi sudah mulai meningkat maka harus ada handeling pasca panen, bagaimana pengeringannya,” imbuhnya.