Kang Giri Tekankan Pentingnya Nilai Budaya Dan Santri Bentuk Karakter Siswa

Bupati Ponorogo, H. Sugiri Sancoko, S.E., M.M., menekankan pentingnya pendidikan dalam membangun bangsa. Beliau menggambarkan Jepang bisa bangkit dari serangan besar Pasukan Sekutu di Hiroshima dan Nagasaki melalui pendidikan.

Hal ini Kang Giri sampaikan ketika menghadiri Wisuda Tahfidz dan Launching Ekstrakulikuler Pedhalangan di SMP Negeri 1 Kauman Ponorogo, Sabtu (29/05/2021).

“Pendidikan sebuah gerbang untuk merubah bangsa. Ketika Jepang habis dibom di Hiroshima-Nagasaki, Pemerintah Jepang yang ditanya ada berapa sisa guru yang bisa mengkader dengan baik,” ucapnya.

Kang Giri melanjutkan penanaman nilai-nilai dan pembentukan karakter menjadi dasar proses pendidikan. Program Tahfidz menjadi salah satu cara untuk mewujudkannya, terutama dalam menumbuhkan nilai-nilai religiusitas.

Kang Giri juga menekankan karakter siswa bisa ditanamkan melalui seni dan budaya. Ia menjelaskan kesenian Wayang yang akan dijadikan kegiatan ekstrakurikuler di SMPN 1 Kauman tersebut, kesenian yang penuh dengan petuah luhur.

Perpaduan inilah yang diharapkan oleh Kang Giri dalam membangun Ponorogo. Perpaduan antara ajaran Islam (Santri) dan budaya ini yang juga digunakan Wali Songo dalam menyebarkan Islam dan mendidik masyarakat Nusantara.

“Kami ingin Ponorogo menjadi kota budaya dan santri. Sebuah perpaduan yang satu di roda kanan satu di roda kiri tidak bisa ditinggal,” terangnya.

“Dulu kita belajar dari kanjeng Sunan Kalijaga, Kanjeng Sunan Giri, Kanjeng Sunan Ampel menyebarkan Islam tanpa pedang tapi dengan wayang, gong, dan ada gubahan yang luar biasa,” imbuhnya.

Bagikan