Tingkatkan Produktifitas Pertanian, Kang Giri Mulai Garap Sumur Dalam

Di Kabupaten Ponorogo saat ini masih ada 15.988 hektare sawah tadah hujan yang belum beririgasi teknis dengan Indeks Pertanaman (IP) di bawah 200. Untuk menyelesaikan permasalahan ini Bupati Ponorogo, H. Sugiri Sancoko, S.E., M.M., mencanangkan program strategis pembuatan “sumur dalam” di setiap radius 20 hektare sawah.

Mengawali program ini, pada 2021 akan dibangun sebanyak 25 sumur dalam yang tersebar di 25 kelompok tani, 21 desa, dan 5 kecamatan. Salah satunya ada di Desa Duri Kecamatan Slahung yang di-launching Kang Giri, Kamis (03/06/2021).

“Saya bongkar-bongkar RKPD dan peta di Ponorogo, ternyata masih banyak sawah yang belum ada irigasi teknis. Kita harus selesaikan sehingga pada radius 20 hektare akan ada sumur dalam. Biar air ter-manajemen dengan bagus,” tutur Kang Giri.

Dengan program ini petani diharapkan bisa mendapatkan suplai air irigasi di sepanjang tahun. Sehingga pada rencana tata tanam petani, bisa dilakukan 3 kali dalam 1 tahun. Hal ini tentu saja akan meningkatkan produksi dan produktifitas pertanian.

Lebih lanjut, Kang Giri menjelaskan, pembuatan sumur dalam ini juga akan diiikuti dengan program “mengisi kembali air ke tanah” melalui pembuatan sumur serapan (biopori). Langkah ini dilakukan guna memastikan cadangan air tanah di Kabupaten Ponorogo tetap terjaga dengan baik.

“Kita punya hutang ke bumi ketika mengambil air di dalam bumi. Kita harus ada sumur resapan, biar ada keseimbangan,” jelasnya.

Bagikan