Mobilitas Masyarakat Dan BOR Jadi Poin Evaluasi PPKM Darurat

Mobilitas masyarakat mendapatkan perhatian khusus dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut B. Pandjaitan dalam evaluasi pelaksanaan PPKM Darurat Wilayah Jawa – Bali, Rabu (07/06/2021). Meskipun di beberapa wilayah mobilitas masyarakat menurun, beliau mengharapkan masih perlu ditingkatkan hingga mencapai penurunan mobilitas minimal 30 persen.

Terkait dengan hal ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ponorogo, Dr. Drs. Agus Pramono, M.M., menyampaikan Ponorogo tidak termasuk wilayah yang menjadi sorotan karena dinilai cukup bisa menurunkan mobilitas masyarakat.

“Tadi yang dievaluasi tempat-tempat yang dinilai mobilitasnya masih tinggi. Ponorogo tidak termasuk mobilitas yang masih tinggi,” ungkap Sekda Agus Pramono ketika ditemui selepas mengikuti evaluasi PPKM Darurat secara virtual.

Meskipun begitu, bersama TNI-Polri, Pemkab Ponorogo akan berupaya memperbaiki persentase mobilitas tersebut. Menurut beliau selama PPKM Darurat ketika mobilitas masyarakat berhasil diturunkan, diharapkan paparan COVID-19 juga akan ikut turun.

“Mobilitas akan berdampak pada yang lain. Kalau ini turun kami yakin yang lain turun,” terangnya.

Terkait dengan evaluasi ketersediaan ruang rawat inap rumah sakit untuk isolasi, Sekda Agus menjelaskan pemkab Ponorogo akan melakukan percepatan konversi tempat tidur sesuai dengan arahan Menkes untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19.

“Kita akan koordinasikan menyiapkan tempat-tempat yang representatif untuk itu,” terangnya.

Penambahan ruang rawat inap tentu saja juga akan diikuti dengan penambahan tenaga kesehatan. Di mana dari penambahan 50 Nakes yang direncanakan, saat ini sudah terisi 26 orang.

“Ini sudah terpenuhi 26 orang dari rencana 50 orang dan segera kita fungsikan. Untuk kekurangannya kita buka pengumuman lagi,” imbuhnya.

Bagikan