Tinjau Program Biopori Desa Mojorejo, Kang Giri : 10 Juta Per-RT Bisa Dialokasikan Untuk Biopori

Konservasi air tanah melalui pembuatan sumur resapan / biopori salah satu program yang terus didorong oleh Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko. Karena itu, ia menyambut positif program sumur resapan yang sudah dilakukan oleh masyarakat Desa Mojorejo Kecamatan Jetis.

“Biopori kami baru menganggarkan 10 RT pertahun, Mojorejo sudah mendahului beberapa tahun yang lalu sumur resapan sebagai tampungan air,” tutur Kang Giri, sapaan akrab Bupati Ponorogo selepas meninjau program sumur resapan Desa Mojorejo, Kamis (9/12/2021).

Kang Giri menjelaskan biopori sangat penting untuk menyelesaikan dua permasalahan sekaligus, banjir dan kekeringan. Karena itu, ia berharap gerakan membuat sumur resapan ini bisa dilakukan di seluruh wilayah di Kabupaten Ponorogo. Ia menjelaskan, program bantuan 10 juta setiap RT, salah satunya bisa diperuntukkan untuk membuat sumur resapan secara masif.

“Kalau seluruh Ponorogo jalan, 10 juta setiap RT itu sebagiannya bisa dialokasikan untuk biopori. Maka Ketika banjir tidak lagi banjir, ketika kemarau tidak lagi kekeringan,” jelasnya.

Sedangkan Hermanto, Kepala Desa Mojorejo menginformasikan saat ini setiap rumah di Desa Mojorejo memiliki sumur resapan. Total yang dibuat sejauh ini tidak kurang dari 1000 sumur resapan. Tidak heran bila selama ini, para petani di Desa Mojorejo tidak mengalami kesulitan air di musim kemarau.

“Mulai dari 2019 sudah tertanam 1000 Biopori. Alhamdulillah dengan adanya biopori petani sangat tertolong, yang pakai sumur diesel tidak kekurangan air,” ujarnya.

Hebatnya lagi, dari keterangan Hermanto, pembuatan biopori tersebut dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Pemerintah Desa hanya menyiapkan alat untuk membuat biopori.(NK)

Bagikan