Mbah Wo Kucing, demikian masyarakat Kulon Kali mengenang Eyang Kasni Gunopati.
Sosok warok sekaligus pejuang kesenian Reog Ponorogo yang mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan kesenian adiluhung tersebut.
Meski telah wafat pada 2008, nama Kasni Gunopati tetap harum hingga kini, terutama di kalangan seniman reog.
Setiap tahun, para penerus dan pengagumnya menggelar haul sebagai bentuk penghormatan sekaligus ikhtiar menjaga ikatan spiritual dengan nilai-nilai perjuangan yang diwariskannya.
Haul ke-18 Mbah Kasni Gunopati digelar pada Minggu (5/7/2026). Rangkaiannya meliputi kenduri, kirab, ziarah makam, hingga pentas Reog Ponorogo yang diikuti para pegiat dan masyarakat.
Plt Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita, turut hadir mengikuti seluruh rangkaian acara. Selain mendoakan almarhum, ia juga menyampaikan terima kasih atas dedikasi Eyang Kasni dalam menjaga dan mengembangkan Reog Ponorogo.
Menurutnya, semangat perjuangan Eyang Kasni Gunopati harus terus diwariskan kepada generasi penerus.
Tidak hanya nilai spiritual, tetapi juga nilai-nilai budaya, kecintaan terhadap kesenian, serta komitmen untuk terus menjaga warisan budaya Ponorogo.
“Selama hidupnya, Eyang Kasni sangat luar biasa dalam nguri-uri budaya. Semoga kita dapat selalu meneruskan nilai-nilai perjuangan beliau, terutama dalam menjaga Reog Ponorogo,” ujarnya.