Kang Bupati Sugiri Resmikan Program Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi dan Edukasi Lingkungan Desa Ngrukem

Membangun generasi peduli sampah sejak dini, menjadi target masyarakat Desa Ngrukem ketika meluncurkan “Program Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi dan Edukasi” dengan anak-anak usia SD menjadi penggeraknya. Anak-anak akan menjadi agen-agen pemilah sampah di rumahnya masing-masing.

Seperti dijelaskan Rido Kurnianto Ketua Program tersebut, alasan memilih anak-anak sebagai penggerak utamanya, karena pengelolaan sampah bisa berhasil jika muncul kesadaran dari dalam diri masyarakat. Sedangkan kesadaran sendiri akan tumbuh lebih mudah jika ada pengenalan dan pembiasaan sejak dini.

Hal ini disampaikan Rido Kurnianto dalam peresmian Program “Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi dan Edukasi” Lingkungan Desa Ngrukem Kecamatan Mlarak oleh Kang Bupati Sugiri Sancoko didampingi Wakil Bupati Bunda Lisdyarita, Minggu (6/2/2022).

“Kita rekrut dari anak-anak SD kelas 1-6. Alasannya sampah kalau tidak digerakkan jiwanya akan muncul sampah-sampah lagi. Kita berusaha untuk membangun pribadi yang peduli sampah sejak dini,” ucap Rido.

Rido juga menginformasikan untuk saat ini sebagai pilot project-nya memilih 40 kk terlebih dahulu. Di mana setiap KK akan mendapatkan tong sampah yang diperuntukkan untuk memilah sampah organik, non-organik layak jual, dan non-organik tidak layak jual.

Untuk sampah organik akan diolah menjadi pupuk organik, dan non-organik tidak layak jual dikumpulkan di pembuangan sementara milik lingkungan. Sedangkan sampah non-organik layak jual, bekerja sama dengan pengusaha rosok setempat, ditukar dengan uang. Di mana setiap 2 Minggu sekali, uang hasil penjualan sampah akan dimasukkan tabungan Simesra (Simpanan Menuju Sejahtera) bekerja sama dengan KUD Kecamatan Mlarak.

Atas gerakan pengelolaan sampah ini Kang Bupati Sugiri menyampaikan apresiasinya. Ia berharap program tersebut juga dijalankan di seluruh Lingkungan di Kabupaten Ponorogo.

Kang Bupati juga sepakat, problem sampah di Ponorogo bisa diselesaikan jika tumbuh kesadaran di lingkup paling kecil. Ketika di tingkat hulu pengelolaan sampah bisa berjalan dengan baik, ia yakin di tingkat hilir ada solusinya. Salah satunya seperti saat ini sudah dijalankan oleh Pemkab Ponorogo dalam pengelolaan sampah di tingkat hilir, mengolah residu sampah menjadi briket.

“Ketika kesadaran mengelola sampah kalau tidak kita pantik dari tingkat terkecil tidak mungkin selesai di tingkat hilir. Hulunya kita tuntaskan hulu kemudian hilir pasti ada solusi. Hilirnya kami sudah punya teknologi sampahnya sampah bisa disulap menjadi briket,” ucap Kang Bupati.

Lebih lanjut, Kang Bupati menyampaikan untuk memantik kesadaran pengelolaan sampah di tingkat hulu, Pemkab Ponorogo melalui program alokasi dana 10 juta setiap RT, salah satunya diperuntukkan untuk pengelolaan sampah tingkat RT. Jadi, menurutnya tidak ada lagi alasan, tidak ada anggaran.

Bagikan