
Kegiatan Bakti Sosial Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Ponorogo terus berlanjut. Kali ini, Jumat (4/3/2022) penyaluran sembako dilakukan di Desa Kapuran, Desa Karangjoho, Desa Biting dan Desa Badegan Kecamatan Badegan.
Selain penyaluran sembako, Kegiatan Bakti Sosial TP PKK Ponorogo juga disertai dengan sosialisasi penggunaan dana RT; sosialisasi pencegahan dan penanganan stunting; penyerahan secara simbolis BPJS Ketenagakerjaan bagi Ketua RT, Sekretaris RT, dan Bendahara RT; serta penyerahan BLT DD untuk bulan Januari-Maret.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana ( PP dan KB) Ponorogo Harjono menjelaskan stunting adalah gangguan pertumbuhan anak karena kurangnya gizi kronis dalam jangka waktu panjang. Stunting tersebut membuat tubuh anak lebih pendek dan kecerdasan di bawah rata-rata.
“Ciri anak stunting antara lain tinggi badan anak pendek, sering sakit dan tingkat kecerdasaan di bawah anak yang tidak stunting,” ujar Harjono.
Sementara itu, Kang Bupati Sugiri Sancoko melalui sosialisasi penggunaan dana RT 10 juta/tahun. Kang Bupati menjelaskan dana RT pertama, untuk membuat biopori atau sumur resapan. Gunanya agar saat hujan mengurangi genangan dan limpasan air serta saat kemarau tidak terjadi kekeringan.
Kedua, dana RT dialokasikan untuk menanam bunga dan menambah keindahan Ponorogo.
Ketiga, dana RT untuk Jaminan Sosial untuk Ketua RT, Sekretaris RT dan Bendahara RT.
Keempat untuk insentif Ketua RT, Sekretaris RT, dan Bendahara RT.
Kelima, untuk mengelola sampah di tingkat RT.
Keenam, diperuntukkan untuk WiFi gratis, sehingga tidak ada wilayah blank spot di Ponorogo. Mengingat ke depan tatanan dunia akan beralih ke sistem digitalisasi dan Pemerintah harus menyiapkan infrastrukturnya.
Ketujuh, inventarisasi data kependudukan, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial, Data Pendidikan, dan lain sebagainya melalui sistem musyawarah RT.
“Dana RT sebagai upaya kami untuk menggedor kesadaran pembangunan dari tingkat yang paling bawah”, tutur Kang Bupati. (UN/SP)