
Pemerintah Kabupaten Ponorogo terus mematangkan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) tahun 2023. Setelah proses Musrenbang Desa, Musrenbang Kecamatan, Forum Konsultasi Publik, dan Forum Perangkat Daerah dilakukan, Kamis (17/3/2022) digelar Musrenbang tingkat Kabupaten di Gedung Sasana Praja.
Dijelaskan Kepala Dinas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Ponorogo, Agus Sugiarto, Musrenbang Kabupaten sebagai wadah sinkronisasi perencanaan Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten, sampai Desa dalam rangka menyusun RKPD 2023 yang mengkomunikasikan berbagai perencanaan.
Selain itu, Musrenbang sebagai forum untuk menyepakati permasalahan yang dihadapi Ponorogo, menyepakati prioritas pembangunan, prioritas program, indikator kinerja, dan menyelaraskan berbagai program di Ponorogo Kabupaten.
Lebih lanjut, Agus menginformasikan tema pembangunan tahun 2023 adalah Pembangunan Infrastruktur Dasar, Pariwisata Dan Peningkatan Sarana Prasarana Layanan Kesehatan, Yang Didukung Penguatan Kelembagaan Masyarakat Guna Memperkuat Ekonomi Lokal.
Sedangkan Kang Bupati Sugiri Sancoko dalam paparannya menyampaikan pada tahun 2023 target pertumbuhan ekonomi Kabupaten Ponorogo mencapai 5,3 persen, Indeks Pembangunan Manusia meningkat di angka 72,4, Nilai Tukar Petani naik di angka 116,92, dan tingkat pengangguran terbuka menurun di angka 3,1 persen.
Untuk mencapai target tersebut berbagai program telah disusun secara berkelanjutan mulai dari 2021-2023. Di bidang infrastruktur sudah direncanakan pembangunan jalan menggunakan dan PEN dan Non PEN, pembangunan jembatan, dan drainase.
Berikutnya, proses pembangunan Segi Empat Emas terus dilanjutkan. Setelah pada 2021 Jalan HOS Cokroaminoto dan Jl Jendral Sudirman selesai, dilanjutkan Face Off Jl Jendral Sudirman Sisi Selatan, Jl. Diponegoro dan Jl. Urip Sumoharjo Tahun 2022, Face Off Pedestrian Jl. Gajah Mada dan Jl. Ahmad Dahlan Tahun 2023.
Di sektor lain, Kang Bupati memaparkan pembangunan sarana prasarana pendidikan, sarana prasarana kesehatan, sarana prasarana pelayanan publik akan digenjot. Secara khusus, ia menyampaikan pada tahun 2023 merencanakan pembangunan Mall Pelayanan Terpadu di Eks Pasar Legi Selatan yang terintegrasi dengan pusat kuliner.
Pertumbuhan ekonomi akan digenjot melalui revitalisasi Eks Pasar Legi menjadi Pasar Induk Tahun 2022 dan menghadirkan wisata pemikat, Area wisata Ngebel dan Monumen Reog – Museum Peradaban di Area Gunung Gamping Samping.
Sedangkan untuk menggenjot Penguatan Kelembagaan Ekonomi Masyarakat Lokal dilakukan dengan program Pasar Krempyeng, Dana RT, PKK Akademia, Circle-P dan Pemuda Hebat.
Di sektor pertanian untuk mencapai target peningkatan Nilai Tukar Petani, berbagai program akan dijalankan, mulai dari pembangunan Irigasi Air Tanah Dangkal (IATD), Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier, Jalan Usaha Tani, Jalan Produksi, pengaktifan RPH-Ruminansia, implementasi Perda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).