Kang Bupati Sugiri Menerima 113 Mahasiswa KKN-T Pertanian dari IPB, UNIDA dan UMPO

Dalam rangka percepatan pembangunan daerah Ponorogo, Pemkab Ponorogo melalui Dinas Pertanian Ponorogo bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) dan Universitas Darrusalam Gontor (UNIDA) menerjunkan 113 Mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Sektor Pertanian di empat kecamatan di Ponorogo.

Kecamatan Sukorejo, Pulung, Sooko dan Pudak akan menjadi lokasi KKN-T selama kurang lebih 2 bulan. Di Kecamatan Pudak juga ditempatkan tujuh mahasiswa kedokteran hewan untuk membantu menangani wabah (Penyakit Mulut dan Kuku) PMK.
 
Hal ini terungkap ketika Kang Bupati Sugiri bersama Bunda Lisdyarita menerima kedatangan para mahasiswa dan menandatangani Mou kerjasama dengan IPB di Pendopo Agung Ponorogo, Senin (20/6/2022).
 
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo Masun, menjelaskan, tujuan diadakan KKN-T ini, pertama, memberikan ruang kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan atau mengekpresikan capaian pembelajaran yang didapat di kampus dalam rangka pengembangan masyarakat desa. Kedua, memberikan ruang kepada mahasiswa untuk mendorong percepatan target capaian program dan kegiatan Dinas Pertanian di lokus KKN. Ketiga, mendorong terwujudnya pemberdayaan masyarakat di desa terutama sektor pertanian.
 
“Kolaborasi, sinergi antara pendidikan dan dunia praktis harus kita jalin. Pemkab Ponorogo sesuai misi bupati adalah mengembangkan pertanian yang memiliki daya saing yang didukung kajian- kajian ilmiah,” ujar Masun.
 
Sementara itu, Wakil Rektor III IPB Dodik Ridho Nurrohmad turut senang menjalin kerjasama ini. Menurutnya, yang paling penting dalam kerjasama adalah saling menguatkan antara satu dengan lain.
 
“Kami selama satu tahun bekerja sama kurang lebih 2000 mitra. Kami tidak memilih besar kecil, maka kita bekerjasama dengan banyak lembaga, universitas. Bagi kami yang penting adalah saling mengisi. Kami dengan senang hati dengan terbuka kami meyakini yang besar dan yang kecil memiliki kekuatan masing-masing kalau bekerja sama dengan UNIDA, UMPO dan lain untuk saling menguatkan,” ungkapnya.
 
Dalam sambutannya, Kang Bupati menjelaskan bahwa kondisi geografis Ponorogo cocok untuk bidang pertanian. Karena itu, perlu dieksplor untuk bisa dimaksimalkan.
 
“Takdir geografi pertanian ini harus menjadi sesuatau yang harus kami eksplor betul. 4 kecamatan yang dipilih menjadi titik lokus itu sudah prototype Ponorogo kecil. Di Sukorejo itu penghasil padi, di tiga kecamatan lain mdpl-nya diatas 300, hawanya dingin. Sehingga holtikultur tumbuh da bagus untuk peternakan sapi. Maka 4 kecamatan yang dipilih itu sudah bisa termasuk ponorogo kecil tapi mampu menerjemahkan Ponorogo dalam arti luas,” ujar Kang Bupati.
 
Lebih lanjut, Kang Bupati berharap dengan kedatangan mahasiswa KKN dapat membawa pengaruh besar bagi pertanian di Ponorogo. Ia mengajak para mahasiswa untuk bersama-sama berfikir dan ikut andil membangun Ponorogo lebih baik.
 
“Kami mimpi besar pertanian kami tumbuh luar biasa. Disamping simbiosis mutualisme penting tapi yang paling penting membutuhkan adalah kami. Maka kehadiran panjenengan menjadi penjawab dari kegelisahan masyarakat. Monggo kita kerjakan dan fikir bersama, mudah-mudahan ke depan kami akan libatkan panjenengan untuk Ponorogo yang lebih baik,” tambahnya.

Bagikan