Dua tahun berturut-turut Kabupaten Ponorogo mendapatkan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA), kategori Pratama (2021) dan Madya (2022). Target menaikkan predikat KLA pun dicanangkan.
Pada rapat persiapan evaluasi KLA, Kamis (16/2/23) di Aula Bappeda Litbang, 24 indikator yang terangkum dalam 5 kluster KLA terus disisir untuk memastikan penerapannya. Mulai dari hak kebebasan sipil; lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif; kesehatan dasar dan kesejahteraan; pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya; hingga perlindungan khusus;.
“Kita melihat dan melindungi anak, secara khusus membangun inisiatif kabupaten yang mengarah pada upaya transformasi Konvensi hak anak,” ujar Bunda Lisdyarita Ketika memimpin rapat evaluasi.

Lanjutnya, Pemkab Ponorogo sangat berkomitmen memastikan hak-hak anak bisa terpenuhi semuanya. Dengan cara mengintegrasikan hak anak ke dalam setiap proses penyusunan, perencanaan, dan penganggaran kebijakan, program dan kegiatan pembangunan. Serta aktif memantau dan mengevaluasi penerapannya hingga tingkat bawah.
Ia berharap dengan semua upaya pemenuhan hak ini, perkembangan dan pertumbuhan anak-anak Ponorogo semakin baik. Serta predikat KLA yang didapat bisa meningkat.
“Ponorogo butuh skor minimal 700 untuk peringkat Nindya dan 800 untuk peringkat Utama. Kita membutuhkan data yang akurat dan kerja sama semua lini. Saya mohon bantuan kepada semua untuk bagaimana nanti Kabupaten layak anak ini kita bisa mewujudkan,” ungkapnya.