Lahir di bumi yang sama, minum air dari bumi yang sama, dan mati dikubur di tanah yang sama tidak ada alasan untuk tidak rukun dan damai.
Kerukunan dan kedamaian itulah dikatakan Kang Bupati Sugiri Sancoko merupakan hadiah berharga yang diberikan perguruan silat dan bela diri kepada Ponorogo selama ini.
“Kerukunan, saling merangkul, saling menjaga, ini tidak bisa dibeli dengan apapun,” ujar Kang Bupati Sugiri Sancoko di depan para ketua perguruan pencak silat dan bela diri di Ponorogo saat halal bihalal dengan Forum Komunikasi Pencak Silat Bersatu (FKPSB) dan 25 perguruan yang diinisasi Polres Ponorogo dan Kodim 0802/Ponorogo, Selasa (30/4/2024), di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo.
Terbukti dari 32 laporan gangguan Kamtibmas akibat gesekan perguruan silat di Jawa Timur selama tahun 2024, tidak ada satu pun berasal dari Ponorogo.
Dengan kerukunan dan kedamaian terjaga itulah, tekan Kang Bupati, Ponorogo bisa terus tumbuh.
“Ponorogo rukun dan damai, kita bersama bisa membangun Ponorogo, menyejahterakan masyarakat, dan membuat Ponorogo semakin hebat,” tekannya.

Sementara itu, Kapolres Ponorogo AKPB Anton Prasetyo mengatakan menjaga kerukunan dan kedamaian itulah yang saat ini menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya saat ini, namun selamanya.
“Meskipun di Ponorogo tidak ada laporan, namun potensi itu ada. Inilah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk meminimalisirnya, jangan sampai terjadi konflik, ” ucap AKPB Anton.
#ponorogo#ponorogohebat#pencaksilat#beladiri#FKPSB#sugirisancoko