Era globalisasi dan kemajuan teknologi seperti dua mata pisau. Satu sisi memudahkan kehidupan manusia, namun di sisi lain ada berbagai tantangan yangharus dihadapi manusia.
Krisis kepribadian dan moral di antara yang harus mendapatkan perhatian khusus dari generasi saat ini. Jika ingin generasi yang bakal melanjutkan mereka memiliki karakter bagus.
Ilmu agama sering dikatakan Kang Bupati Sugiri Sancoko merupakan salah satu benteng terbaik menghadapi kemajuan zaman itu.
Karena itu mendorong lembaga pendidikan agama maupun lembaga pendidikan umum menguatkan pembekalan ilmu agama.
Hal ini dikatakannya ketika menghadiri wisuda Pondok Pesantren Tahfidz Miftahul Jannah Desa Jenangan, Kec. Jenangan, Ponorogo, Minggu (30/6/2024).
“Saya bersyukur Pondok ini semakin berkembang. Bisa menjadi tempat anak-anak kami khususnya di wilayah Jenangan mempelajari akhlak, mempelajari agama,” ucap Kang Bupati.

Dukungan kebijakan ia telah keluarkan melalui Perbup Ngaji yang mengharuskan lulusan SD dan SMP hafal minimal juz 30. Dengan program tersebut ia harapkan dapat mendukung penguatan karakter sejak ini.
Dengan nilai-nilai yang terinternalisasi sejak dini itu, ia yakin bakal menjadi benteng hal-hal negatif zaman mereka.
“Pokoknya Ngaji, ketika dewasa kelak mau jadi apapun akhlaknya bagus,” tekannya.