Eksistensi Reog Ponorogo diyakini Kang Bupati Sugiri bakal terjaga sampai kapan pun. Pasalnya, kecintaan masyarakat dari muda hingga tua terhadap kesenian asli Ponorogo itu terus tumbuh.
Terbukti, di setiap acara Reog Ponorogo sering kali menjadi daya magnet yang kuat.
Seperti yang terlihat di halaman SDN Golan, Kec. Sukorejo, Minggu (4/8/24). Para seniman dari Grup Galuh Suryo Hanggolono menggelar pertunjukan Reog dalam rangka Tutup Bulan Suro.
Atraksi Reog, kelincahan bujang ganong dan lemah gemulainya jathil, mampu menyedot ribuan animo masyrakat untuk berbondong-bondong menyaksikan pertunjukan tersebut.
Inilah yang diyakini Kang Bupati Sugiri Sancoko bahwa Reog Ponorogo akan lestari sampai kapanpun. Baik seniman maupun pecinta Reog selalu berbondong-bondong hadir di setiap pertunjukan reog digelar
Selain mendukung Reog terus lestari, antusias dan kecintaan masyarakat turut mendorong Reog Ponorogo semakin kuat menjadi bagian ICH UNESCO pada sidang penetapan Desember 2024 mendatang.
“Yang berjuang untuk Reog masuk UNESCO sebenarnya bukan hanya saya tetapi panjenengan sedoyo. Temen-teman seniman dan pecinta reog sedoyo yang luar biasa,” ujarnya.
“Monggo disengkuyung bareng. Semoga saget ngremboko, nguripi dan moncer di dunia internasional,” tambahnya.
#ponorogo#ponorogohebat#sugirisancoko#reogponorogo#jathilponorogo