Pengurus HMI Ponorogo Dilantik, Kang Bupati Dorong Peran Aktif dalam Pembangunan Daerah

Kepengurusan HMI Kab. Ponorogo resmi berganti. Nanda Dwi Yanuari kini memegang tongkat kepemimpinan menggantikan Heru Saputro.

Berlangsung di Pendopo Agung Ponorogo, Minggu, (27/4/25), Pengurus HMI Masa Bakti 2025-2026 itu dilantik oleh Fungsionaris PB HMI Yusuf Sugiyarto.

Spesialnya, kegiatan yang dirangkai dengan Halal-bihalal KAHMI tersebut, turut dihadiri oleh Anas Urbaningrum Presidium KAHMI Pusat yang juga politisi nasional, Kang Bupati Sugiri Sancoko, Wabup Bunda Lisdyarita, jajaran Forkopimda Ponorogo, Presidium KAHMI Jatim, Presidium KAHMI se-Mataraman Raya dan tamu undangan lainnya.

Kang Bupati Sugiri mengingatkan bahwa usai dilantik  banyak tugas besar menanti, tidak hanya untuk organisasi, tetapi juga bagi kemajuan daerah. Ia berharap HMI turut aktif berkontribusi dalam mendukung visi dan misi Pemkab Ponorogo.

“Selamat atas pelantikan teman-teman HMI, semangat mengabdi pada organisasi dan berperan dalam masyarakat. Semoga pengurus baru mampu bertanggung jawab pada visi misi yang dicanangkan dan ikut berperan mendorong visi misi Ponorogo,” terangnya.

Ketua HMI Ponorogo yang baru, Nanda Dwi Yanuari, menegaskan komitmennya untuk berkhidmat kepada organisasi.

Ia juga menyatakan kesiapannya menjalin sinergi erat dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat.

“Ke depannya pengupayaan elemen di seluruh Ponorogo guna meningkatkan perhimpunan  untuk membantu Pemerintah Daerah serta masyarakat dalam pembangunan Ponorogo. Kita terus berada di jalur sinergitas antara HMI dengan pemerintah daerah maupun organisasi lain,” terangnya.

Fungsionaris PB HMI, Yusuf Sugiyarto, dalam sambutannya menyoroti peran strategis HMI yang selama 78 tahun menjaga keutuhan bangsa dan mencetak generasi muda unggul. Ia menyebut, alumni HMI telah berhasil mencapai puncak karir di berbagai bidang, mulai dari politik, akademisi, hingga dunia hiburan.

“Dalam setiap zamannya, HMI selalu mampu bersaing. Ini terbukti dengan banyaknya alumni yang sukses di berbagai ruang,” ungkap Yusuf.

Namun, Yusuf juga mengingatkan adanya tantangan baru, khususnya di era kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Ia mendorong HMI untuk bergerak cepat mengadopsi kurikulum baru dan memperkuat keterampilan teknis anggotanya, agar tetap relevan dan mampu menjawab tantangan masa depan.

“Generasi muda berpotensi menghadapi defisit keterampilan di masa depan. Karena itu, HMI perlu mengintegrasikan kurikulum baru dan mengembangkan usaha keorganisasian untuk menyiapkan skill teknis, agar tidak menjadi generasi yang ketinggalan zaman,” tuturnya.

Bagikan