Kawasan Mataraman, yang membentang di antara Gunung Lawu dan Gunung Wilis, menyimpan kekayaan wisata yang luar biasa. Dengan keunikan dan keunggulan masing-masing, potensi wisata di wilayah ini dinilai mampu membentuk satu kesatuan yang saling menguatkan.
Mataraman Overland X-plore (MOX) Nasional 2025 mencoba merasakan sekaligus merintis hal itu. Bertajuk “Pesona Bumi Mataraman” Tur mengendarai roda 4, ke titik-titik potensi wisata yang ada di Kabupaten Ponorogo, Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan, dan Kabupaten Ngawi.
Di Ponorogo, Jumat (30/5/2025), perjalanan diawali dengan menikmati keindahan dan kesejukan alam kaki Gunung Wilis di Kawasan Wisata Telaga Ngebel.
Dari sana, peserta melanjutkan ke Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo untuk menyaksikan pertunjukan khas Reog Ponorogo, yang kini telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb).

Sebelum meninggalkan Ponorogo, peserta MOX juga diajak mengunjungi Monumen Reog dan Museum Peradaban Ponorogo yang bisa diproyeksikan sebagai destinasi unggulan sekaligus simpul integrasi kawasan wisata Mataraman.
Kang Bupati Sugiri Sancoko, yang turut menyambut rombongan, menyatakan MOX bisa dijadikan rintisan upaya mengintegrasikan antara objek wisata di wilayah Mataraman.
Dengan terintegrasi, ia meyakini daya tarik Mataraman akan semakin meningkat karena wisatawan dapat menikmati beragam pengalaman dalam satu perjalanan, mulai dari wisata kota, alam, budaya, sejarah, hingga kuliner.
“Ini adalah rintisan jalur integrasi wisata. Kita hidup di antara Semeru dan Lawu, ini potensi besar yang harus kita terjemahkan menjadi kerja sama luar biasa,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kang Bupati berharap semangat integrasi ini tidak hanya terbatas pada sektor pariwisata, tetapi juga meluas ke bidang lainnya.
“Dari sini kita bisa kembangkan integrasi dan kerja sama ke sektor lain, kita tipiskan batas-batas administrasi,” ujarnya.
#ponorogo #sugirisancoko #ponorogohebat #wisataponorogo #mataraman #mox