PONOROGO – Sebanyak 105 pemuda asli Ponorogo resmi dikukuhkan sebagai volunteer Grebeg Suro 2025 oleh Kang Bupati Sugiri Sancoko di Aula Bappeda Litbang, Minggu (15/6/2025).
Mereka akan berperan aktif dalam menyukseskan perhelatan budaya terbesar di Ponorogo itu.
Pembina Volunteer Grebeg Suro 2025, Ardhi Firman, mengatakan para relawan berasal dari beragam latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum dengan usia di bawah 25 tahun.
Mereka telah melewati proses seleksi ketat dan menjalani pelatihan teknis sebelum resmi diterjunkan ke lapangan.
“Seratus persen volunteer ini berdarah Ponorogo. Mereka berasal dari karang taruna, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum, dan terbagi dalam enam divisi. Mereka akan bertugas selama sepuluh hari ke depan,” jelas Ardhi.
Sementara itu, Kang Bupati Sugiri Sancoko menyebut grebeg suro tahun ini harus tampil lebih sempurna dan spektakuler dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Pasalnya, tantangan yang dihadapi Grebeg Suro 2025 lebih besar. Reog Ponorogo kini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (Intangible Cultural Heritage/ICH) oleh UNESCO. Selain itu, Ponorogo juga tengah mengajukan diri menjadi bagian dari UNESCO Creative Cities Network (UCCN).
Artinya, bakal semakin banyak mata menoleh ke Ponorogo dan event Grebeg Suro harus membuktikan Ponorogo layak menyandang gelar tersebut.
“Teman-teman volunteer, saya mengetuk integritasmu untuk berjuang demi martabat dan harga diri Ponorogo yang kita cintai,” pungkasnya.
Volunteer, tekannya, memiliki peran penting untuk menyukseskan event budaya tersebut. Ia berpesan, tidak hanya soal teknis, mereka juga harus membawa nilai integritas, kerja keras, dan semangat gotong royong.
“Selamat datang volunteer, hari ini kita takar bahwa darahmu adalah darah bersama, kita menyatu, gotong-royong demi martabat kita bersama,” terangnya.