PONOROGO – Setiap langkah besar selalu dimulai dari keberanian. Keberanian untuk berkarya dan membagikannya ke pendengar perlahan dimiliki seniman muda Kabupaten Ponorogo.
Kini giliran penyanyi sekaligus pencipta lagu muda, Icha Maharani Umaira, meluncurkan mini album bertajuk “Derana”.
Album ini resmi diperkenalkan ke publik dalam Derana Concert yang digelar Minggu, 20 Juli 2025, dan menjadi momen penting dalam perjalanan karier musik Icha.
Berisi lima lagu –Amaran, Pinarku, Di Rumahku, Anca, dan Derana– Derana membagikan kisah perjalanan batin mahasiswa sastra Jawa Universitas Gajah Mada tersebut.
Kelima track tersebut tidak hanya ditulis, tetapi juga dinyanyikan sendiri oleh Icha, membuat pesan yang tersampaikan lebih hidup dan autentik.

Derana menceritakan tentang perjalanan batin dalam menghadapi kehilangan, perubahan, dan luka yang tak bisa diungkapkan.
Melalui lirik dan melodi, pendengar diajak menelusuri ruang-ruang kenangan yang dulu hangat namun kini terasa asing, memori yang memudar, cinta yang menjauh, dan luka yang diam-diam menetap.
Namun di balik itu, muncul kesadaran, bahwa luka bukan untuk dilawan, melainkan dipeluk dan diterima.
Proses ini membawa keberanian baru, pengampunan, harapan, dan cinta yang perlahan tumbuh kembali.
“Derana anak yang dilahirkan dari kisah perjalanan yang mendewasakan saya, pengalaman yang saya tuangkan dalam sebuah lagu. Semoga bisa diterima pendengar,” ucapnya.
Kang Bupati Sugiri Sancoko yang turut hadir pada peluncuran mini album tersebut turut bangga akan kreativitas dan keberanian Icha dalam berkarya.
Sebagai pencipta sekaligus penyanyi, Icha, dinilai Kang Bupati mempunyai potensi besar untuk bersinar.
“Saya sudah melihat dan mendengar langsung dari video klipnya. Suaranya bagus, liriknya dalam, dan teknik vokalnya keren. Ini bukan hanya bakat, tapi juga kerja keras dan pemahaman teknis yang matang,” ujar Kang Bupati.
Ia berharap, semangat Icha dalam berkarya tidak berhenti di Derana, tetapi terus berlanjut dalam karya-karya berikutnya, dan mampu menginspirasi seniman muda lainnya di Ponorogo untuk berani membagikan karyanya ke publik.