PONOROGO – Tanggal 10 Muharram menjadi moment istimewa bagi umat muslim yang identik dengan “Lebaran Anak Yatim”. Bulan mulia itu, dimanfaatkan oleh Kang Bupati Sugiri untuk ikut serta menyantuni sesama di berbagai wilayah.
Minggu, (6/7/25) santunan anak yatim diawali di Kelurahan Kertosari bersamaan digelarnya peresmian Kantor NU Ranting Kertosari.
Kemudian, dilanjutkan dengan menyantuni anak yatim dan dhuafa yang digelar di Ponpes Joresan Mlarak, Desa Bulu Lor Kec. Jambon, dan Desa Bandaralim Kec. Badegan, yang bersamaan dengan Pengajian Rutin Ahad Pon Muslimat NU.
Lalu, diakhiri dengan santunan anak yatim dan dhuafa di Desa Bedingin, Kec. Sambit yang merupakan agenda rutinan MWC NU Sambit setiap 10 Muharram.
Kang Bupati Sugiri Sancoko menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian masyarakat terhadap keberadaan anak yatim maupun dhuafa.
Ia menyebut, anak-anak yatim adalah titipan Allah SWT yang harus dijaga, sayangi, dan didik agar kelak ia mendapat masa depan yang cerah.
“Anak-anak yatim ini kota doakan dan kita didik biar kelak menajdi orang hebat, berakhlak karimah, dan membanggakan,” terangnya.
Di moment tahun baru hijriah ini, Kang Bupati Sugiri turut mengajak masyarakat untuk intropeksi diri. Terus berbenah dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
“Mudah-mudahan menapaki bulan hijriah kulo lan panjenengan intropeksi dalam kesalahan apapun dan kita semua berbenah ke arah yang lebih baik,” harapnya.