Syukur Kemerdekaan, Api Perjuangan yang Tak Padam

PONOROGO – Syukur, kata paling pantas untuk kemerdekaan yang dianugerahkan Tuhan kepada bangsa Indonesia. 

Syukur yang bukan hanya berhenti di bibir, melainkan terwujud dalam doa dan tindakan agar negeri ini senantiasa diberi kekuatan untuk mengisi kemerdekaan sesuai cita-cita para pahlawan.

Sabtu malam, (16/8/2025), di Pendopo Agung Agung Kabupaten Ponorogo, munajat itu dilakukan, oleh Kang Bupati Sugiri Sancoko, Wakil Bupati Bunda Lisdyarita, jajaran Forkopimda dan kepala instansi vertikal, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, dan lembaga pendidikan. 

Disampaikan Kang Bupati bahwa sejarah mencatat, kemerdekaan tidak datang begitu saja. Ia lahir dari darah dan air mata pejuang yang merebut dan mempertahankannya dari penjajah. 

Dari medan perang hingga meja perundingan, para pendahulu bangsa menaruh pengorbanan agar anak cucunya bisa hidup merdeka.

“Hari ini, buah dari perjuangan itu kita nikmati. Anak bangsa bebas menentukan jalan hidupnya, menjadi apa saja, berkarya di mana saja. Itu semua karena api perjuangan para leluhur yang tak pernah padam,” ucap Kang Bupati. 

Namun, rasa syukur bukan hanya urusan batin. Ia mesti diterjemahkan ke dalam tindakan nyata. Kerja-kerja pembangunan yang positif, yang memberi ruang bagi masyarakat untuk tumbuh, dan Ponorogo untuk menjadi HEBAT.

“Kita berdoa kita diberi ruang untuk membangun Ponorogo kita diberi ruang untuk mewarisi api perjuangan para pahlawan,” tandasnya.

Bagikan