Bank Ziska, Antitesis Rentenir di Bumi Reog

PONOROGO – Bank Ziska, begitu ia disebut. Singkatan dari bantuan keuangan berbasis zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lain.

Program ini dikelola Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Ponorogo sebagai antitesis praktik rentenir yang selama ini membelit warga kecil.

Kini, jumlahnya mencapai 13 kluster setelah Kang Bupati Sugiri Sancoko meresmikan Bank Ziska Kluster Masjid At-Taqwa, Jetis, Sabtu, 13 September 2025.

Di Ponorogo Sedikitnya Rp3,3 miliar dana sudah tersalurkan Bank Ziska. Sasarannya pelaku usaha mikro, pedagang kecil, hingga warga biasa yang kerap terjerat utang rentenir.

Di Kluster Masjid At-Taqwa, tercatat 60 janda menjadi binaan, masing-masing dengan usaha yang dijalankan.


“Di Ponorogo sudah ada 13 kluster, semuanya untuk pemberdayaan UMKM,” kata Ketua Lazismu Jawa Timur, Agus Edi Sumanto.

Kang Bupati Sugiri Sancoko meyakini Bank Ziska bisa tumbuh menjadi model pemberdayaan ekonomi sekaligus pilar baru ekonomi masyarakat.


“Bank Ziska merupakan contoh nyata upaya mengembangkan ekonomi syariah di Kabupaten Ponorogo. Kami ingin Bank Ziska menjadi salah satu pilar ekonomi syariah di daerah ini,” ujarnya.

Bagikan