PONOROGO – Dua imam Paroki St. Hilarius Klepu merayakan ulang tahun tahbisan imamat. RD Agustinus Eka Winarno genap 25 tahun mengabdi, sementara RD Yohanes Krisostomus Herman Wisandjaja telah 16 tahun melayani Kristus, Gereja, dan umat Allah.
Sebagai ungkapan syukur, umat St. Hilarius Klepu menggelar pagelaran wayang kulit dengan lakon Wahyu Katentreman, dimainkan oleh dalang Ki Sigid Ariyanto, di Lapangan Desa Klepu, Kecamatan Sooko, Kab. Ponorogo, Senin (8/9/2025).
Kang Bupati Sugiri Sancoko turut hadir. Ia mendoakan para imam agar diberi kekuatan dalam menuntun umat, baik secara rohani maupun sosial.
Pemimpin agama, jelasnya, merupakan bagian dari soko sosial yang menjaga kerukunan dan kedamaian di tengah kebhinekaan Indonesia.
“Nyuwun dungo semoga dipun paringi panjang nyuswa, dipun paringi lancar pengabdianipun, ngemong masyarakat,” ucapnya.

Ia menyampaikan Indonesia adalah negeri dengan “mega diversity”, keragaman suku, agama, budaya, dan etnik yang menyatu tanpa kehilangan semangat persatuan.
“Pendiri bangsa menciptakan Pancasila sebagai jalan tengah untuk merangkul semua. Itulah yang membuat kita tangguh menghadapi cobaan,” kata Kang Bupati.
Ia menekankan bahwa semangat persatuan itu harus dijaga dan dipupuk agar semakin kuat akarnya, rindang daunnya, serta berbuah bagi bangsa.
Lakon Tumuruning Wahyu Katentreman dimaknai sebagai wajah sosial sekaligus doa dari Klepu, menghadirkan kesejukan rohani yang mengalir ke Ponorogo, lalu menyebar ke seluruh Indonesia.
Negeri yang diberkati dengan kemakmuran, dirajut dengan kerukunan, diliputi damai, disuburi gotong royong. Tempat di mana setiap insan saling asah, saling asih, saling asuh.
“Saya kagum, saya bangga, saya salut dengan Klepu. Maka lakon Tumuruning Wahyu katentreman, ini doa dalam bentuk, lakon,” ucapnya.