Imigrasi Genap 76 Tahun, Perkuat Layanan dan Penjagaan Kedaulatan Negara

Selang lima tahun Indonesia merdeka, Imigrasi lahir. Hingga kini, Imigrasi telah mengemban tugas ganda selama 76 tahun, menjaga kedaulatan negara sekaligus memberikan pelayanan keimigrasian kepada masyarakat.

Peringatan Hari Bhakti Imigrasi ke-76 digelar di Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Ponorogo, Senin, (26/1/2026).

Plt Bupati Ponorogo Bunda Lisdyarita hadir bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Ponorogo, ikut bersuka cita memperingati HBI ke-76 Imigrasi.

Pada kesempatan tersebut, Bunda Lisdyarita menyampaikan apresiasi kepada jajaran Imigrasi atas sinergi yang selama ini terjalin dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan daerah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Ia menilai peningkatan mutu layanan, keramahan petugas, serta kecepatan pengurusan dokumen keimigrasian merupakan hal mutlak.

Menurut dia, upaya tersebut sejalan dengan tujuan mewujudkan mobilitas global yang aman dan tertib, yang penting bagi pembangunan daerah dan nasional.

“Di era digital, tantangan Imigrasi semakin kompleks. Saya berharap di usia ke-76 ini, Imigrasi semakin profesional, inovatif, dan berintegritas,” ucap Bunda Lisdyarita.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Ponorogo Anggoro Widy Utomo mengatakan tema Hari Bhakti Imigrasi tahun ini adalah Imigrasi Berbakti, Indonesia Maju.

Tema tersebut, kata dia, yang saat ini diterjemahkan insan imigrasi dalam memberikan pelayanan yang tulus, transparan, dan profesional, dengan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.

“Makna ‘Indonesia Maju’ menegaskan peran Direktorat Jenderal Imigrasi sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus salah satu motor penggerak ekonomi nasional,” ujar Anggoro.

Ia menambahkan, berbagai transformasi kebijakan keimigrasian terus dilakukan, mulai dari digitalisasi layanan, penguatan regulasi, hingga peningkatan kepastian hukum.

Selain kedaulatan negara, langkah itu diharapkan menciptakan iklim investasi yang kondusif serta mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

“Imigrasi terus tumbuh menjadi pohon besar yang menaungi gerbang Nusantara,” ujarnya.

Bagikan