74 Hari Ditempa, CPNS Ponorogo Kini Siap Jadi Pelayan Publik

Setelah digembleng selama 74 hari, ratusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kabupaten Ponorogo akhirnya menuntaskan Pelatihan Dasar (Latsar).

CPNS Golongan III angkatan 3, 7, dan 18 serta Golongan II angkatan 5, 9, dan 20 tersebut kini selangkah lebih dekat untuk diangkat menjadi PNS penuh dan siap terjun sebagai pelayan publik.

Latsar resmi ditutup oleh Plt. Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita, di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo, Selasa (28/4/2026).

Dalam arahannya, Bunda Lisdyarita menyampaikan apresiasi atas keberhasilan para CPNS menyelesaikan Latsar. 

Ia menegaskan bahwa kelulusan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Buktikan bahwa saudara-saudara telah memiliki kompetensi sebagai ASN melalui kinerja yang tinggi dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga meminta para CPNS untuk segera beradaptasi dan menjalankan tugas pokok serta fungsi masing-masing secara optimal. 

Menurutnya, nilai-nilai yang diperoleh selama Latsar harus diimplementasikan dalam pekerjaan sehari-hari agar mampu menjadi motor penggerak reformasi birokrasi sekaligus inovator pelayanan publik.

“Diharapkan Latsar ini memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kinerja. Jangan sampai pendidikan kedisiplinan yang telah dijalani menjadi sia-sia. Semangat ini harus terus dijaga agar menjadi ASN yang berkontribusi dalam pembangunan Ponorogo,” tambahnya.

Sementara itu, Kabid Pengembangan Kompetensi Fungsional dan Sosial Kultural BKPSDM Jawa Timur, Gedhe Naesa Yoga, menjelaskan bahwa setelah Latsar, para CPNS akan mengikuti tahapan selanjutnya, yakni pelantikan dan pengambilan sumpah.

Tahapan tersebut merupakan syarat akhir untuk memperoleh Surat Keputusan (SK) PNS serta hak menerima gaji dan tunjangan secara penuh.

“Latsar ini merupakan tonggak awal dalam rangkaian CPNS. Setelah ini masih ada proses pengambilan sumpah hingga akhirnya mereka diangkat 100 persen sebagai ASN. Nilai-nilai yang ditanamkan selama Latsar harus terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Sebagai informasi, pelatihan yang diselenggarakan oleh BKPSDM Ponorogo bekerja sama dengan BPSDM Jawa Timur ini dilaksanakan secara blended learning, meliputi pembelajaran mandiri, pertemuan daring, hingga tatap muka. 

Peserta mendapatkan materi mulai dari kebijakan pengembangan sumber daya aparatur, sikap dan perilaku bela negara, nilai-nilai dasar PNS, hingga pembekalan habituasi.

Hasilnya, sebanyak 228 CPNS dinyatakan lulus, sementara satu peserta tidak lulus karena mengundurkan diri akibat mengalami kecelakaan.

Bagikan