Suasana khidmat dan kebersamaan menyelimuti Peringatan Harlah ke-6 dan Haflah Akhirussanah Madrasah Diniyah (Madin) Mertonegoro Desa Tajug Kec. Siman, Jum’at malam (19/6/26).
Digelar di Halaman Masjid Lama Muhammad Toha, acara tersebut diperingati dengan pengajian oleh pendakwah muda Ning Umi Laila.
Plt. Bupati Bunda Lisdyarita nampak hadir dan berbaur bersama ratusan jamaah untuk mengikuti rangkaian acara dan menyimak ceramah.
Acara diawali dengan persembahan tari dari para santri dan siswa, serta penampilan hadroh dari ibu-ibu Fatayat ranting Tajug.
Usai berbagai penampilan, acara dilanjutkan dengan ceramah Ning Umi Laila yang menyampaikan pesan-pesan mendalam tentang kehidupan beragama dan sosial.
Dalam ceramahnya, ia menjelaskan bahwa pentingnya menjaga rasa syukur dalam diri. Dengan bersyukur ia menyebut dapat mendatangkan kebahagiaan dan mencegah rasa kufur.
Bertepatan dengan momen kelulusan siswa, Ning Umi juga menyoroti tantangan zaman generasi muda di era digital. Canggihnya teknologi menjadi ancaman serius jika tidak difilter sejak ini.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya ilmu agama dan pendidikan intelektual sebagai benteng utama bagi anak-anak agar tidak terjerumus oleh dampak negatif perkembangan zaman dan teknologi.
“Jangan sampai anak-anak kita tidak sekolah, ilmu agama dan pendidikan intelektual itu penting membekali mereka di era digital ini,” ujarnya.