
Kang Bupati Sugiri Sancoko menekankan pentingnya sinergitas dan sinkronisasi program antar Perangkat Daerah untuk mencapai percepatan pembangunan di Ponorogo dalam mewujudkan visi misi Ponorogo Hebat.
Hal ini Kang Bupati Sugiri Sancoko sampaikan ketika membuka Forum Perangkat Daerah dalam rangka penyempurnaan Rancangan Rancangan Awal Rencana Kerja (Renja) SKPD tahun 2023 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2023 yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Ponorogo di Aula Bappeda Litbang, Kamis (24/2/2022).
“Mari kita bersama-sama bangun sinergitas dengan arti seluas-luasnya antar OPD, sinkronisasi program biar nyambung semuanya. Hari ini kita butuh kolaborasi dan berpikir holistik,” tutur Kang Bupati.
Lebih lanjut, Kang Bupati Sugiri menyampaikan pentingnya inovasi dan keberanian dalam membuat keputusan. Begitu juga dengan konsistensi mengawal program/kebijakan mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan harus dilakukan untuk bisa mencapai target pembangunan.
“Situasi pandemi kita butuh inovasi yang luar biasa, keberanian luar biasa mengambil keputusan. Kalau setiap program kita kawal, mulai perencanaan sampai pelaksanaan dan kita evaluasi secara komplit saya meyakini ada percepatan yang luar biasa,” ucapnya.
Sedangkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Ponorogo, Agus Sugiharto menyampaikan Tema Pembangunan pada tahun 2023 adalah Pembangunan infrastruktur dasar, pariwisata dan peningkatan sarana prasarana layanan kesehatan, yang didukung penguatan kelembagaan masyarakat guna memperkuat ekonomi lokal.
Berikutnya ia menjelaskan untuk 8 Indikator Kinerja Utama (IKU) tahun 2023 ditargetkan meningkat. Dengan target capaian nilai tukar petani (NTP) di angka116,92 naik dari 116,53; Pertumbuhan Ekonomi 5,30% dari -0,9%; Indeks Gini 0,4 dari 0,385; Indeks Pembangunan Manusia 72,4 dari 71,06; Persentase Kemiskinan turun di angka 9,74% dari 10,26%; Tingkat Pengangguran Terbuka 3,41% dari 4,28%; Indeks Disparitas Wilayah 0,35; dan Indeks Reformasi Birokrasi 72.