Grebeg Suro 2026 Jadi Etalase Budaya dan Industri Kreatif Ponorogo

Grebeg Suro 2026 menjadi panggung penegasan posisi Ponorogo sebagai bagian dari Jejaring Kota Kreatif UNESCO (UNESCO Creative Cities Network/UCCN) sekaligus daerah asal Reog Ponorogo yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) dunia.

Mengusung tema “Reogvolution”, pembukaan Grebeg Suro 2026 digelar meriah di Alun-alun Ponorogo dan dibuka langsung oleh Plt Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita, Sabtu (6/6/2026).

Malam itu, Alun-alun Ponorogo disulap menjadi panggung budaya yang memadukan kekayaan seni tradisi dengan sentuhan teknologi modern.

Berbagai elemen seni pertunjukan khas Ponorogo berpadu dengan visual digital dan tata artistik kontemporer, menghasilkan sajian yang tetap berpijak pada pakem budaya namun tampil lebih dekat dengan generasi masa kini.

Menjadi penanda bahwa warisan leluhur Ponorogo tidak berhenti sebagai peninggalan masa lalu. Tradisi terus hidup, beradaptasi, dan menemukan ruang ekspresi baru tanpa kehilangan akar budayanya.

“Bukan untuk meninggalkan budaya, tetapi menguatkannya. Bukan untuk mengubah jati diri, tetapi membawanya semakin mendunia,” kata Bunda Lisdyarita.

Bunda Lisdyarita menyampaikan, rangkaian Grebeg Suro 2026 menghadirkan 29 agenda yang mencakup kegiatan religi, budaya, hingga komunitas hobi.

Sajian utamanya Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI tetap menjadi sajian utama. Festival ini merupakan agenda unggulan yang telah masuk dalam Top 10 Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI.

Bunda Lisdyarita menyebut melalui Grebeg Suro, Ponorogo menegaskan tekad untuk menjaga, melestarikan, dan memperkenalkan kebudayaannya kepada dunia.

Di saat yang sama, event ini menjadi kekuatan penggerak bagi kemajuan sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

“Semua kita susun dengan penuh hikmat agar tradisi ini tetap lestari, semakin hidup, dan tetap menopang di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.

Bagikan