Tumbuhnya kesadaran masyarakat mengenai keamanan pangan guna meningkatkan kesehatan dan kualitas SDM sangat penting untuk dipantik. Kesadaran ini harus dimunculkan dari dua sisi, masyarakat sebagai konsumen dan masyarakat sebagai produsen.
Tujuan inilah yang ingin dicapai oleh Badan Pengawas obat dan Makanan melalui Program Keamanan Pangan Terpadu (PKPT). Di mana Kabupaten Ponorogo menjadi salah satu Kabupaten/kota yang menjadi lokasi advokasi PKPT.
Informasi ini diungkapkan Ketua Balai Besar POM Jawa Timur, Rustyawati ketika ditemui selepas audiensi dengan Kang Bupati Sugiri Sancoko di Pringgitan Rumah Dinas Bupati Ponorogo, Selasa (12/4/2022).
“Goal-nya masyarakat mandiri dalam hal keamanan pangan baik itu secara komunitas maupun individu. Mampu memilih makanan yang aman dan sehat. Kalau di UMKM kita dampingi agar pangan yang diproduksi dan diedarkan aman,” ungkap Rustyawati.
Dijelaskan Rustyawati lebih lanjut, program ini akan dijalankan di 1 Pasar, 6 Sekolah, dan 1 Desa di Ponorogo. Di mana pihak BPOM akan melakukan bimbingan teknis dan edukasi kepada warga sekolah, pasar, dan desa dalam pemilihan makanan-minuman sehat dan aman. Selain itu, BPOM akan mendampingi pelaku UMKM dalam memproduksi makanan-minuman sehat dan aman serta mendampingi proses perizinan yang dibutuhkan.
Dijabarkanya, untuk lokus sekolah di antara sasaran pemberdayaan adalah kepala sekolah, guru, siswa, dan pedagang kantin. Sedangkan lokus pasar kepada pengurus pasar, pembeli, dan pedagang. Sedangkan desa kepada Bumdes, karang taruna, TP PKK, pelaku UMKM, dan lain sebagainya.
“Ada bimbingan teknis dan edukasi. Sedangkan UMKM ada pendampingan produksi pangan yang baik, pendampingan izin usaha, baik sarana maupun produknya,” ujar Rusty.
Sementara itu, Kang Bupati Sugiri Sancoko menyambut positif advokasi Keamanan Pangan Terpadu ini. Program ini menurutnya, tidak hanya penting untuk menjaga kesehatan konsumen, namun diharapkan produk UMKM Ponorogo semakin berkualitas. Terlebih lagi, BPOM juga siap mendampingi pelaku UMKM dalam pengurusan perizinan produk.
“Pucuk dicinta ulam tiba, kami sangat pengen bertemu BPM untuk memikirkan pangan yang aman betul dan sehat betul. Ada 6 sekolah, 1 desa, 1 pasar yang akan dijadikan lokus pembinaan,” ujar Kang Bupati.
“”Izin UMKM yang dikira sulit, tapi sekarang tidak. Mudah-mudahan bisa dibimbing dan dibina agar menjadi lebih baik,”ungkap Kang Bupati.
Dengan produk berkualitas dan perizinan tuntas, ia yakin produk UMKM Ponorogo semakin meningkat dayasaingnya.
“Ketika produk aman dan sehat akan mudah mengakses perizinan. Ketika sudah mendapatkan sertifikat halal, sudah BPOM siap bersaing di pasar yang lebih luas,” tandasnya.