Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) menginjak usia 69 tahun, sedangkan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) satu tahun lebih muda, yakni 68 tahun. Usia sangat matang untuk semakin menguatkan perannya sebagai wadah perjuangan pelajar NU.
Hal ini Kang Bupati Sugiri Sancoko sampaikan pada Grand Opening Peringatan Harlah ke-69 IPNU dan Harlah ke-68 IPPNU yang digelar PC IPNU-IPPNU Ponorogo, Sabtu (25/2/2023) di Pendopo Kabupaten Ponorogo.
“Selamat ulang tahun IPNU-IPPNU, mudah-mudahan di usia yang matang ini mampu membawa peradaban yang lebih bagus, lebih berakhlak karimah,” ujar Kang Bupati.

IPNU-IPPNU, lanjut Kang Bupati, harus berada di gerbong yang sama dengan pemerintah dalam upaya melahirkan generasi yang tidak hanya hebat secara intelektual, namun juga akhlak.
“Pemerintah tidak bisa sendiri, kami mengajak IPNU-IPPNU untuk melakukannya bersama-sama,” tuturnya.
Melalui kaderisasi yang dilakukan, IPNU-IPPNU mempunyai kekuatan untuk melahirkan para pelajar-pelajar NU yang berkualitas. Karena itu, ia mendorong IPNU-IPPNU mendirikan komisariat di lembaga pendidikan setingkat SMA. Juga semakin aktif menjaring kader dari remaja NU yang belum masuk organisasi.
“Dengan cara demikian peradaban yang akan diusung IPNU-IPPNU akan nyata, dan negara ini semakin top,” tekannya.