TIDAK mudah memang mewujudkan cita-cita mulia dari otonomi daerah yang memberikan kewenangan daerah untuk mengatur pemerintahan dan kepentingan masyarakat secara mandiri. Penguatan kelembagaan dan kinerja SDM sangat dibutuhkan agar bisa menggali potensi dan pemberdayaan di masing-masing daerah. Karena itu, Kang Bupati Sugiri Sancoko meminta peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) XVII harus dijadikan momentum memperbaiki etos kerja, birokrasi, dan sinergitas antar lembaga.
Hal tersebut ia sampaikan ketika memimpin upacara peringatan Hari Otonomi Daerah XVII di halaman Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo yang diikuti seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab Ponorogo, Jum’at (28/4/23).
“Tentu tidak mudah masih banyak tantangan sana sini karena keberagamaan, pola pikir tiap daerah berbeda beda. Maka Otda menjadi stimulus awal disematkan oleh para pendiri bangsa ini,” jelas Kang Bupati.
Di Ponorogo sendiri setelah 27 tahun pelaksanaan Otda, sebut Kang Bupati, masih banyak “pekerjaan rumah” yang membutuhkan kerja keras dan cerdas untuk menuntaskannya.

“Angka stunting tahun lalu turun secara konsisten menjadi 14,2%, tahun ini harus kembali 7% turunnya. indeks pembangunan manusia di Ponorogo harus menjadi baik, angka kemiskinan harus turun dan banyak hal yang perlu kita pikir bersama,” ungkapnya.
Tidak hanya kerja keras dan cerdas, Kang Bupati menekankan pentingnya meningkatkan semangat dan spirit membangun bersama.
“Koordinasi, sinergitas antar lembaga atau institusi sangat kita dorong untuk dilakukan bersama. NU, Muhammadiyah, Aisyiah, Fatayat, Ansor, desa, kecamatan, semua diajak berpikir. Targetnya seperti apa sehingga implementasi harus tajam menusuk jantung persoalan,” ujarnya.