Genap 16 tahun, Sidoharjo Kec. Jambon berdiri sendiri menjadi sebuah desa. Selama itu pula, geliat pembangunan dan kemajuan desa jelas terlihat.
Untuk memperingati hari jadi ke-16 itu, pemerintah dan masyarakat Desa Sidoharjo menggelar upacara dan kirab boyongan, Minggu (10/9/2023) malam.
Menggambarkan sejarah terbentuknya Desa Sidoharjo hasil pemekaran dari Desa Krebet dan berpindah secara administratif menjadi desa baru.
Diberangkatkan dari balai Desa Krebet, kirab yang diikuti oleh kepala desa, ketua TP PKK desa, perangkat desa, BPD, LPMD, RT, anggota TP PKK, dan karang taruna desa itu berjalan menuju balai Desa Sidoharjo. Dengan penerangan dari lilin dan obor, kirab boyongan berlangsung khidmat.
Kang Bupati Sugiri Sancoko mengatakan pemekaran desa tidak lain tujuannya adalah mengakselerasi pembangunan desa. Dinilainya, dengan jumlah penduduk lebih dari 7 ribu jiwa kala itu, desa sulit “bergerak”.

Dengan dijadikan dua desa, bakal menjadi “obor” kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan menjadi desa sendiri, semoga menjadi maju pembangunannya, SDM-nya, dan ekonominya,” ucap Kang Bupati.
Semangat membangun itulah harus dinyalakan oleh kedua desa. Upacara dan kirab boyongan bisa menjadi salah satu medianya.
Dalam peringatan itu, terang Kang Bupati, tiga hal yang tidak boleh ditinggalkan. Yakni budaya, peradaban, dan upaya pengkit ekonomi masyarakat.
“Peringatan boyongan ini harus terus ada, agar menjadi pengingat. Tahun depan kita rancang lebih matang lagi,” ujarnya.