Bersih desa tidak hanya digunakan menghubungkan hamba dengan Tuhan, namun menghubungkan generasi saat ini dengan leluhur mereka.
Masyarakat Kelurahan Mangkujayan, Kec. Ponorogo, Kab. Ponorogo menandai tradisi setiap Bulan Selo / Dzulqa’dah itu dengan ziarah ke Punden / Makam Mbah Awit yang dipercaya sebagai tempat peristirahatan leluhur warga Kelurahan Mangkujayan.
Kang Bupati Sugiri Sancoko turut mengikuti bersih desa itu, memanjatkan doa keberkahan kelurahan dan kelapangan jalan leluhur mereka, Sabtu (18/5/2024).
Kang Bupati Sugiri Sancoko mengatakan dalam menghubungkan generasi saat ini dengan leluhur, tidak cukup dengan mendoakan, namun perlu menelusuri jejak sejarah mereka.

Jejak sejarah itulah bisa dijadikan pegangan sekaligus teladan generasi saat ini dalam mengabdi dan membangun tanah kelahiran.
Dengan cara itulah, dinilainya menjadi bentuk penghormatan terbaik kepada mereka.
“Mbah Awit pasti punya nama asli, Sebagai anak cucu harus tahu silsilah dan sejarah beliau. Makam harus segera diperbaiki. Sebagai zuriyah kita wajib hormat dan ta’dzim,” ucap Kang Bupati.