Kang Bupati Wedar Makna Tiga Pusaka yang Dikirab saat Bersih Desa Siman

Kirab Budaya dalam rangka Bersih Desa Siman, Kecamatan Siman berlangsung meriah dan sakral, Minggu, (28/7/24). Pasalnya, selain dimeriahkan lomba kirab budaya yang diikuti masyarakat setiap RT, kirab juga disertai dengan arak-arakan tiga pusaka. 

Mengambil start Makam Eyang Guno Seco yang merupakan tokoh warok Ponorogo, kirab berjalan menuju Balai Desa Siman. Sepanjang perjalanan, kirab dan ketiga pusaka tersebut disambut antusias masyarakat. 

Ketiga Pusaka tersebut adalah Songsong Kyai Suryo Sumunar, Tombak Kyai Wijoyo Kusumo, dan Kolor Sekti Eyang Guno Seco. 

Kang Bupati Sugiri yang hadir dalam acara tersebut mengungkapkan bahwa ketiga pusaka tersebut mengandung makna dan spirit pemimpin Ponorogo. 

Tombak Kyai Wijoyo Kusumo ia artikan sebagai seorang pemimpin harus seperti tombak yang berada di garda terdepan dan berani berkorban demi keselamatan rakyat. 

Kemudian, Payung Suryo Sumunar, artinya cahaya matahari yang bersinar, pemimpin harus mampu memayungi anak buahnya, mengayomi dan meneduhkan rakyatnya. 

Sedangkan, Kolor Sekti Eyang Guno Seco ia maknai bahwa pemimpin harus mampu menyatukan, adil dan tidak boleh tamak. 

Dengan hadirnya bersih desa ini ia berharap, makna pusaka tersebut dapat diteladani masyarakat. Serta Desa Siman dapat menjadi wilayah yang semakin rukun dan sejahtera. 

“Semoga ke depan masyarakat siman setelah bersih desa ini diparingi rukun, berkah, sehat sedoyo, makmur adem ayem sukses,” terangnya. 

Sebagai informasi, rangkaian Bersih Desa Siman digelar selama 3 hari, mulai (26-28 Juli 2024). Dimulai dengan Tumpeng Purak, Pentas Seni Gembrung, Bedhol Pusaka, Ziarah Makam dan Kirab Budaya.

Bagikan