Teroris Bersenjata Sandera Tamu VVIP saat Upacara Penurunan Bendera Pusaka di Ponorogo

Upacara penurunan bendera pusaka peringatan HUT ke-79 Republik Indonesia di Ponorogo yang awalnya berlangsung khidmat mendadak mencekam. Sekelompok teroris dengan senjata api menyandera tamu VVIP.

Kejadian berlangsung cepat, para teroris pergi membawa sandera sembari mengancam tamu undangan. suara tembakan beberapa kali terdengar dari senapan mereka.

Prajurit Batalyon Komando 463 Kopasgat Lanud Iswahyudi bertindak cepat, membagi pasukannya menjadi beberapa tim. Ada tim serbu, tim sniper, tim evakuasi, dan tim pengamanan.

Semua anggota pasukan mengenakan peralatan lengkap, termasuk helm balistik, rompi anti peluru, dan senjata khusus.

Pun kendaraan yang digunakan, selain kendaraan roda 2, juga ada pasukan dengan kendaraan roda 4 lapis baja.

Tak berselang lama, tim serbu yang dilengkapi dengan peralatan canggih melakukan infiltrasi.

Operasi dimulai dengan granat flashbang yang dilemparkan tempat para penyandera berada untuk membutakan dan membingungkan mereka sejenak. Tim serbu menyerang berhasil melumpuhkan para penyandera dengan tembakan terukur.

Setelah semua penyandera berhasil dilumpuhkan, tim evakuasi segera bergerak menuju posisi sandera dan dievakuasi dengan cepat dan aman. Seluruh proses evakuasi berjalan lancar tanpa ada korban jiwa dari pihak sandera.

Kejadian menegangkan itu merupakan demontrasi pembebasan sandera yang diperagakan oleh Prajurit Batalyon Komando 463 Kopasgat Lanud Iswahyudi, Sabtu (17/8/2024) di Alun-alun Ponorogo sebelum upacara penurunan bendera pusaka dimulai.

Aksi Kopasgat Lanud Iswahyudi pun mampu membuat tamu undangan berdecak kagum. Kehebatan Prajurit TNI dalam mengamankan Negara Kesatuan Republik Indonesia benar-benar ditunjukkan.

Bagikan