Tidak ingin kecolongan lebih jauh, Pemkab Ponorogo memperkuat koordinasi lintas sektor upaya mencegah dan mengantisipasi dampak kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.
Dipimpin langsung oleh Kang Bupati Sugiri Sancoko rakor itu melibatkan perangkat daerah pengampu, TNI, Polri, Perhutani, dan masyarakat peduli hutan, Sabtu (21/9/2024), di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo.
Masun Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo mengatakan per 20 September 2024 ada 35 kasus karhutla di wilayah Kota Reog.
“Tersebar di 26 desa, total hutan yang terbakar terluas 92,7 hektare,” ucap Masun.
Untuk mencegah kejadian terulang lagi, pihaknya bakal semakin aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat, pemantauan, pengawasan kawasan serta membentuk Pos Komando (Posko) Penanganan Darurat Bencana (PDB).
“Semoga tahun ini bisa turun jauh dibanding dengan kejadian tahun lalu,” ujarnya.
Sementara itu, Kang Bupati Sugiri Sancoko menyoroti secara khusus masalah kekeringan yang berulang melanda beberapa wilayah.

Ia sedang menggodok rencana pembangunan embung untuk menangani masalah menahun itu.
“Nanti kita upayakan pembangunan embung bisa masuk RPJMD, kita buat 20 sampai 30 embung. Nanti melibatkan TNI, Polisi kita susun konsepnya seperti apa agar tidak terjadi kendala berarti,” ucapnya.
Melalui embung itu, ia berharap ketika musim hujan dapat menampung banyak air yang bisa digunakan ketika musim kemarau tiba.
“Ketika hujan bisa mencegah banjir dan ketika kemarau bisa mencegah kekeringan,” tandasnya.