Ponorogo kembali menunjukkan potensinya dalam industri kreatif wedding, khususnya di bidang busana pengantin.
Melalui workshop dan fashion show yang digelar oleh Tailor Indonesia Korwil Ponorogo pada Minggu (26/1/25) di Resto Sami Lumayan, para penjahit lokal maupun luar kota berkesempatan memamerkan kreativitas mereka.
Setiap desain menunjukkan inovasi yang menarik, menggabungkan keindahan tradisional dengan sentuhan tren modern.
Kang Bupati Sugiri Sancoko yang turut hadir, mengungkapkan rasa bangganya terhadap kreativitas para desainer dan penjahit.
Ia melihat acara ini sebagai langkah penting untuk mengikuti perkembangan tren busana pengantin yang terus berubah.
“Saya sangat mendukung penuh acara ini. Semoga ke depan semakin banyak tailor yang mampu menciptakan busana pengantin sesuai tren sekaligus menjaga unsur budaya lokal,” kata Kang Bupati Sugiri.
Ia juga menambahkan pentingnya peran penjahit dalam mendukung ekosistem wisata Ponorogo.
Menurutnya, kombinasi antara adat Wengker dan desain modern dapat menjadi ciri khas unik yang mendukung daya tarik daerah.
“Identitas budaya Ponorogo tetap harus terlihat, namun dikemas dengan gaya modern. Dengan begitu, penjahit tidak hanya berkontribusi di sektor pernikahan, tetapi juga menjadi bagian penting dari ekosistem wisata,” ujarnya.
Ketua Tailor Indonesia Korwil Ponorogo, Dian Wisudawati, menjelaskan selain bahwa workshop ini menghadirkan Wiwid Hosanna, seorang desainer busana terkenal dari Yogyakarta, sebagai narasumber.
“Peserta mendapatkan pelatihan mulai dari pola hingga teknik menjahit busana pengantin. Workshop ini terbuka untuk seluruh penata busana di Indonesia agar mereka dapat mengembangkan kreativitasnya,” ungkap Dian.