Tak hanya memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat halal, Kang Bupati Sugiri Sancoko juga menekankan pentingnya aspek thoyyib, baik dan layak konsumsi.
Untuk mendukung hal tersebut, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Juleha Indonesia Ponorogo menggelar pelatihan bagi 300 jagal di Pendopo Agung Ponorogo, Minggu (25/5/2025).
Selain materi tentang tata cara penyembelihan hewan sesuai syariat, pelatihan ini juga mencakup materi mengenai kesehatan hewan.
Materi pelatihan disampaikan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo, Kantor Kementerian Agama Ponorogo, dan tim DPD Juleha Ponorogo.
Dibuka langsung oleh Kang Bupati Sugiri, pelatihan itu tak hanya diikuti jagal dari Ponorogo, tetapi juga dari peserta luar daerah seperti Madiun, Pacitan, Magetan, hingga Wonogiri.
Dalam sambutannya, Kang Bupati Sugiri menegaskan bahwa para jagal memiliki tanggung jawab besar untuk menyediakan daging yang tidak hanya halal secara hukum agama, tetapi juga bersih dan sehat.
Menurutnya, hal ini merupakan bagian dari upaya menjalankan perintah Allah SWT serta membentuk generasi yang sehat dan berkualitas.
“Tugas kita adalah menyediakan makanan yang halal dan thoyyib di seluruh pasar. Agar kita terhindar dari dosa, dan generasi kita tumbuh dengan tubuh yang sehat dan hati yang baik,” tegasnya.
Menjelang Hari Raya Idul Adha, Kang Bupati juga berharap agar ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini dapat dibagikan dan diterapkan di desa-desa di Bumi Reog.
“Ketika semua berpikir bahwa penyembelihan halal itu penting, maka saya dorong agar ilmu ini tidak berhenti di pelatihan saja, tetapi juga dijalankan secara nyata di daerah masing-masing,” tambahnya.