PONOROGO – Sebelum menjadi fragmen edukasi melengkapi Monumen Reog, museum peradaban Ponorogo mulai disusun puzzle-nya oleh Pemkab Ponorogo, dengan meluncurkan Museum Peradaban Ponorogo Transit, Minggu (10/8/2025), di Gedung Pusdalops Ponorogo.
Ia dirancang sebagai “transit”, tempat singgah sementara koleksi sejarah, sebelum menjadi koleksi Museum Peradaban Ponorogo di Kawasan Wisata Monumen Reog Ponorogo.
Di dalamnya, deretan meja panjang sudah siap menampung benda-benda yang akan menjadi saksi sejarah, ada fragmen arca, batu candi, prasasti, bahkan alat rumah tangga sederhana dari masa lalu.
“Museum peradaban ponorogo menjadi transit benda-benda apapun yang dikaitkan dengan sejarah Ponorogo, dari zaman jauh sebelum masehi hingga saat ini,” ungkap Kang Bupati Sugiri Sancoko.
Tidak hanya untuk mengumpulkan, tempat ini bakal digunakan untuk meneliti, menulis, menarasikan, dan mentransfernya dalam bentuk digital.
“Tidak hanya koleksi saja, kemudian diteliti, ditulis menjadi narasi, dan tapi kita hijrahkan menjadi digital, agar menjadi sumber sejarah,” jelasnya.
Jumlahnya masih sedikit, sepersekian persen dari yang dibutuhkan. Maka Kang Bupati membuka pintu bagi siapa pun yang memiliki artefak, dokumen, atau literatur bersejarah.
“Mohon untuk dihibahkan ke negara, biar menjadi sumber sejarah anak cucu kita,” tegasnya.
Ia berharap museum peradaban Ponorogo dapat menjadi sumber sejarah masyarakat Ponorogo.
“Hari ini kita bangkit bersama dari kepikunan sejarah, kita mulai dari sekarang. Ketika anak cucu kita kelak memahami sejarah, maka akan percaya diri, akan hebat,” tegasnya.