PONOROGO – Tuntas, sebanyak 1.109 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) resmi menyelesaikan studi akademiknya dan diwisuda pada Sabtu (25/10/2025) di Ekspotorium UMPO.
Mereka terdiri dari lulusan program diploma, sarjana, hingga magister dari delapan fakultas, yakni Fakultas Ilmu Kesehatan, Ilmu Sosial dan Politik, Teknik, Hukum, Ekonomi, Agama Islam, Keguruan dan Ilmu Pendidikan, serta Pascasarjana PAI.
Istimewanya wisuda mereka disaksikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) sekaligus Sekum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti dan Kang Bupati Sugiri Sancoko.
Dalam sambutannya, Kang Bupati Sugiri Sancoko mengibaratkan para wisudawan sebagai “obor di malam yang pekat”, kecil namun mampu menerangi sekitar.
Ia berpesan agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh di kampus tidak berhenti di ruang akademik, tetapi menjadi cahaya yang menuntun masyarakat.
“Jadilah penerang bagi rakyat Ponorogo yang luar biasa. Saya kagum, saya bangga dengan UNMUH,” ujar Kang Bupati.
Ia juga menegaskan pentingnya semangat belajar sepanjang hayat. Menurutnya, ilmu yang tidak diasah akan redup seperti api obor yang padam tertiup angin.
“Jangan pernah puas dengan ilmu, jangan pernah berhenti belajar,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut Kang Bupati juga mengungkapkan rencana kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Ponorogo dan UMPO untuk merintis Fakultas Kedokteran.
“Sebentar lagi kami berencana bersama UMPO membuat kampus kedokteran. Mudah-mudahan UNMUH tidak hanya milik Muhammadiyah, tapi milik Indonesia, bahkan dunia,” ucapnya.
Sementara itu, Mendikdasmen dalam orasi ilmiahnya menekankan pentingnya ilmu sebagai fondasi peradaban Islam.
Ia mengaitkan hal tersebut dengan misi kenabian yang menekankan tiga hal utama: tilawah, ta‘lim, dan tazkiyah.
“Islam membangun peradaban di atas dua fondasi utama, yaitu iman dan ilmu pengetahuan,” jelasnya.
Ia mengajak para lulusan UMPO untuk teguh berdiri di atas kekuatan ilmu dan menjadi pribadi ulul albab, yakni manusia berilmu yang jernih pikirannya dan bersih nuraninya.
“Jadilah manusia yang memiliki dampak, memberi manfaat bagi masyarakat karena keluhuran ilmu yang dimiliki,” pesannya.